KUKAR : Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini menghadirkan inovasi baru dalam dunia produksi garam. Di tengah tantangan cuaca tropis dengan curah hujan tinggi, metode tunnel menjadi terobosan bagi masyarakat pesisir dalam mengembangkan usaha garam. Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu, menjadi pelopor program ini dan telah berhasil memproduksi sekitar satu ton garam sepanjang tahun 2024.
Metode tunnel memungkinkan proses penguapan air garam tetap optimal tanpa terganggu kondisi cuaca. Dengan sistem ini, petani garam di Kukar kini memiliki peluang untuk meningkatkan produksi secara lebih efisien.
“Kami melihat ini sebagai langkah besar bagi masyarakat pesisir untuk tidak hanya mengandalkan perikanan, tetapi juga memiliki alternatif pendapatan yang menjanjikan,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, Sabtu (29/03/2025).
Selain Desa Kersik, daerah pesisir lain seperti Samboja juga mulai melirik potensi industri garam. Kualitas air pantai yang baik membuat kawasan ini sangat strategis untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun, pengembangan industri ini masih menghadapi tantangan dalam hal peningkatan kapasitas produksi dan jaringan pemasaran yang luas.
Untuk itu, DKP Kukar berkomitmen memberikan pelatihan dan dukungan alat produksi kepada kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR). Langkah ini bertujuan agar produksi garam Kukar tidak hanya bertahan untuk kebutuhan lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional.
Lebih dari sekadar usaha, produksi garam berbasis metode tunnel ini membuka babak baru dalam kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
“Dengan pengelolaan yang baik, Kukar tidak hanya menjadi penghasil garam, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.” tutupnya (Adv/dk)

















