BALIKPAPAN: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Balikpapan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan publik.
Hal ini ditekankan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam sambutannya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-54 KORPRI di Halaman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu, (29/11/2025).
Dengan mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI dalam Mewujudkan Indonesia Maju,” Bagus menegaskan bahwa tantangan pelayanan publik terus berubah, dan ASN dituntut semakin adaptif, profesional, serta berintegritas.
Menurut Bagus, peringatan HUT KORPRI harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial. ASN, katanya, perlu menjadikan momen ini untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang pengabdian, sekaligus memperbarui komitmen dalam memperkuat pelayanan pemerintahan.
“Bersatu berarti memperkuat soliditas dan kebersamaan. Berdaulat menegaskan pentingnya integritas dan kemandirian ASN dalam berpikir serta bertindak. Dan nilai bersama KORPRI adalah simbol bahwa kita berada dalam rumah besar yang menjaga etika dan profesionalitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, marwah ASN ditentukan dari kemampuannya menjaga netralitas dan profesionalisme, terutama di tengah dinamika politik dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Bagus juga mengingatkan bahwa semangat KORPRI harus selaras dengan tujuan nasional mewujudkan Indonesia Emas 2045. Untuk itu, ASN di Kota Balikpapan didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan digital.
“Banyak capaian yang sudah kita raih dalam inovasi pelayanan dan penguatan tata kelola. Tapi tantangan ke depan tidak akan lebih ringan. Literasi digital dan budaya kerja kolaboratif menjadi kunci,” ungkapnya.
Di luar aspek profesionalisme, Bagus turut menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, beban kerja yang tinggi, ditambah perkembangan gaya hidup modern, menjadikan pola hidup sehat sebagai kewajiban moral bagi ASN.
“Pelayanan yang baik dimulai dari diri yang sehat. Ini bagian dari tanggung jawab kita kepada masyarakat,” pesannya.
Bagus menegaskan bahwa pengabdian ASN kepada negara bukanlah sekadar menjalankan tugas, tetapi bentuk cinta kepada bangsa.
“Pengabdian adalah cinta yang diwujudkan lewat tindakan. ASN adalah bukti nyata bahwa cinta kepada bangsa hadir melalui pelayanan, integritas, dan kesetiaan kepada rakyat,” tutupnya.(las)

















