BALIKPAPAN: Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kota Balikpapan menjadi momentum penting bagi pemerintah, untuk kembali meneguhkan komitmen membangun fondasi kesehatan masyarakat yang lebih kuat.
Tahun ini, HKN mengangkat tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang diterjemahkan Pemkot Balikpapan sebagai ajakan kolektif memperkuat gerakan hidup sehat dan transformasi layanan kesehatan.
Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Balikpapan, Muhammad Andi Yusri, membuka puncak peringatan HKN ke 61, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi visi jangka panjang, untuk menyiapkan SDM unggul dalam menghadapi tantangan global.
Melalui tema ini, kita semua diajak memperkuat komitmen pada lima fokus strategis yakni penguatan layanan kesehatan ibu dan anak sejak hulu, transformasi layanan primer, gerakan hidup bersih dan sehat sebagai budaya, sinergi lintas sektor, serta ketahanan sistem kesehatan dan kesiapsiagaan.
Andi juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, sanitarian, epidemiolog, promotor kesehatan, hingga kader posyandu yang dinilainya menjadi motor utama pembangunan kesehatan kota.
“Tanpa kehadiran dan dedikasi mereka, tema Generasi Sehat hanya akan menjadi slogan. Mereka bekerja setiap hari menjaga masyarakat, mendampingi keluarga, dan menguatkan generasi kita,” katanya, saat membuka puncak HKN ke 61, di Grand City, pada hari Minggu, 23 November 2025.
Ia juga mengapresiasi masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan media yang telah mendukung berbagai program kesehatan.
Andi menegaskan bahwa peringatan HKN ke-61 harus menjadi titik tolak percepatan pembangunan kesehatan Kota Balikpapan.
“Setiap tindakan kecil menuju hidup sehat adalah langkah besar bagi masa depan Balikpapan dan bangsa kita. Mari wujudkan generasi yang benar-benar sehat untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa peringatan HKN tahun ini digelar dengan berbagai agenda yang melibatkan seluruh elemen kesehatan.
Kegiatan yang dilaksanakan antara lain upacara peringatan HKN ke-61; ziarah ke makam pahlawan Covid-19 untuk dokter dan tenaga kesehatan; pertandingan bulu tangkis antar-insan kesehatan; pameran inovasi kesehatan oleh puskesmas, rumah sakit, dan pameran UMKM binaan Dinas Kesehatan
Menurut Alwiati, kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga sarana edukasi berkelanjutan bagi masyarakat. “Beberapa penyakit di Balikpapan muncul karena perilaku hidup bersih dan sehat belum dijalankan secara baik. Melalui HKN, kita kembali menggaungkan pentingnya PHBS sebagai budaya,” ujarnya.
Pemerintah berharap peringatan HKN menjadi dorongan bagi seluruh warga Balikpapan, untuk memperkuat kebiasaan hidup sehat melalui olahraga rutin, kebersihan lingkungan, konsumsi gizi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Pemkot optimistis Balikpapan dapat menciptakan generasi yang lebih tangguh dan siap berkontribusi pada visi besar Indonesia Emas 2045.(las)

















