Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Hilal Belum Tampak di Balikpapan, Tunggu Keputusan Sidang Isbat

156
×

Hilal Belum Tampak di Balikpapan, Tunggu Keputusan Sidang Isbat

Share this article
69cced55 aa39 493a b020 e1fc9020e4c6
Pemantauan rukyatul hilal penentuan 1 ramadan 1447 hijriah, pada Selasa (17/2/2026), di Kawasan Balikpapan Islamic Center.(Foto: Ist/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Langit senja di Kota Minyak belum menghadirkan sabit tipis penanda awal Ramadan. Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria visibilitas untuk dirukyat. Meski demikian, kepastian awal 1 Ramadan 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah pusat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, H. Masrivani, mengatakan secara hisab hilal memang belum memungkinkan terlihat pada Selasa (17/2/2026).

“Secara perhitungan astronomi, hilal hari ini masih di bawah ufuk. Namun kita tetap menunggu sidang isbat sebagai forum resmi pemersatu umat dalam menetapkan awal Ramadan,” ujarnya usai pemantauan di kawasan Balikpapan Islamic Center.

Dalam pemantauan yang melibatkan tim BMKG dan Badan Hisab Rukyat (BHR), ketinggian hilal di Balikpapan belum mencapai standar minimal untuk terlihat. Namun berdasarkan proyeksi, esok hari ketinggiannya diperkirakan sekitar tujuh derajat.

Masrivani menjelaskan, apabila pada ketinggian tersebut hilal dapat dicitrakan menggunakan perangkat optik, maka hal itu akan menjadi rujukan penting dalam pengamatan ke depan.
“Kalau bisa dicitrakan dengan alat, itu menjadi data pendukung. Jadi bukan sekadar perkiraan, tetapi ada bukti visual berbasis teknologi,” katanya.

Kendati perhitungan hisab memperkirakan 1 Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis, keputusan final tetap mengacu pada sidang isbat yang mempertimbangkan laporan rukyat dari berbagai daerah di Indonesia.

Di balik proses pemantauan, Kemenag Balikpapan juga menyoroti kendala teknis di lokasi rukyat saat ini. Pantulan kaca gedung serta embun akibat pendingin ruangan dinilai mengganggu kejernihan lensa teropong, terutama pada malam hari.

Oleh karena itu, muncul usulan agar area terbuka di bagian atas gedung difungsikan sebagai lokasi rukyat permanen tanpa penghalang. Bahkan, Masrivani menggagas pembangunan fasilitas teropong tetap layaknya observatorium mini di Balikpapan.

“Mudah-mudahan ke depan ada pusat rukyat yang representatif. Bagian atas untuk pengamatan tenaga ahli, sementara bagian bawah tetap bisa untuk kegiatan seremonial,” ujarnya.

49e6d564 c21a 47e0 af3e 8f7c2dd1f9c2

Lebih dari sekadar perhitungan astronomi, Masrivani menekankan bahwa penentuan awal Ramadan merupakan momentum menjaga kebersamaan di tengah perbedaan metode hisab dan rukyat.

“Ramadan mengajarkan kita bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan ego serta memperkuat persaudaraan. Ketika keputusan sudah ditetapkan, di situlah kita belajar tentang keikhlasan,” tuturnya.

Pemerintah pusat dijadwalkan menggelar sidang isbat pada malam hari ini untuk menetapkan secara resmi awal Ramadan 1447 Hijriah. Umat Islam di Balikpapan diimbau menunggu pengumuman resmi tersebut.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *