BALIKPAPAN: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, kembali menegaskan pentingnya peran operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dalam pengelolaan pendidikan nasional. Melalui workshop yang digelar di Balikpapan dan diikuti sekitar 100 operator sekolah, Hetifah menekankan bahwa operator adalah “jantung” pendidikan karena berperan besar dalam manajemen data sekolah yang akurat dan efektif.
“Operator bukan hanya mengelola data, tapi juga menentukan masa depan siswa, guru, kepala sekolah, hingga satuan pendidikan. Sayangnya, posisi mereka sering terabaikan,” ujar Hetifah, yang juga Ketua Panja RUU Sistem Pendidikan Nasional saat membuka Workshop Pendidikan, yang berlangsung di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, pada hari Sabtu (27/9/2025).
Ia menambahkan, tenaga kependidikan seperti operator perlu diatur secara lebih jelas dalam undang-undang agar mendapatkan kepastian hukum, perlindungan, serta kesempatan untuk meningkatkan kapasitas.
Senada, Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen RI, Rachmadi Widdiharto, menyebut operator sebagai “pahlawan data” yang berperan strategis dalam menyediakan data akurat, mutakhir, dan akuntabel. “Legalitas yang lebih kuat diperlukan agar kontribusi mereka semakin optimal,” tegasnya.
Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kaltim, Wiwik Setiawati, menambahkan bahwa kualitas data operator menjadi pondasi penting untuk menentukan akses bantuan maupun program pendidikan. “Ketepatan dan kecepatan sangat krusial. Tak jarang operator harus bekerja di luar jam kantor demi memastikan data selalu ter-update,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Balikpapan, Emmy Mulyani, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata perhatian terhadap optimalisasi pengelolaan data pendidikan di daerah.
Menutup kegiatan, Hetifah berharap workshop ini menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menguatkan posisi operator sekolah. “Selain penghasilan yang layak, mereka juga berhak atas penghargaan, perlindungan, dan kesempatan mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan,” pungkasnya.(las)

















