Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Harga Plastik Naik, Berdampak Pada Para Pedagang di Tenggarong  

294
×

Harga Plastik Naik, Berdampak Pada Para Pedagang di Tenggarong  

Share this article
Rak Yang berisi berbagai ukuran kantong plastik di Toko.(Irvan/dutakaltimnews.com
Rak Yang berisi berbagai ukuran kantong plastik di Toko.(Irvan/dutakaltimnews.com
Example 468x60

KUKAR: Kenaikan harga kantong plastik tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, tetapi juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Lonjakan harga ini mulai terasa sejak usai Lebaran dan berdampak langsung pada pedagang maupun konsumen.

Pemilik Toko Plastik Idola di Jalan Kartini, Ibu Sih, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap dan hampir menyentuh semua jenis plastik.

“Mulainya setelah Lebaran, memang sudah ada kenaikan. Kalau persentasenya macam-macam, tapi yang tadinya Rp10 ribu bisa jadi Rp15 ribu. Hampir semua jenis naik,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kenaikan tersebut berlaku untuk seluruh ukuran dan semua produk berbahan dasar plastik. Bahkan, harga plastik yang paling banyak dicari seperti plastik sampah juga mengalami kenaikan, dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per pak.

Ia juga menyebutkan, kenaikan harga tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap setiap hari.

“Tidak langsung Rp5 ribu, tapi naik Rp1.000, besok naik lagi, begitu terus,” jelasnya.

Selain harga yang melonjak, pasokan dari agen juga dibatasi. Jika sebelumnya pedagang bisa mengambil dalam jumlah besar, kini pembelian hanya dibatasi 2 hingga 3 dus. Hal ini membuat penjualan ke konsumen ikut dibatasi.

“Biasanya bisa beli per dus, sekarang paling banyak 10 pak saja,” tambahnya.

Meski harga naik, permintaan dari konsumen relatif masih stabil. Hal ini karena plastik masih menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari. Namun, keluhan tetap datang dari para pembeli.

“Semua mengeluh, tapi mau tidak mau tetap beli karena kebutuhan,” katanya.

Keluhan serupa juga dirasakan Susanti, seorang pedagang sayur di kawasan Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Ia mengaku kenaikan harga plastik berdampak pada berkurangnya keuntungan, karena tidak menaikkan harga jual dagangan.

“Harusnya untung segini, jadi berkurang karena plastik naik. Tapi harga jual tidak dinaikkan,” ungkapnya.

Penjual mulai mengurangi penggunaan plastik dengan cara menggabungkan beberapa jenis belanjaan dalam satu kantong.

“Yang biasanya dipisah, sekarang dicampur supaya hemat plastik,” jelasnya.

Menurut Susanti, kenaikan harga plastik sudah terasa sejak menjelang Lebaran dan semakin tinggi setelahnya. Harga yang sebelumnya Rp10 ribu kini naik menjadi Rp13 ribu hingga Rp14 ribu, bahkan ada yang naik hingga Rp5 ribu tergantung jenisnya.

Para pedagang berharap harga plastik bisa segera stabil agar tidak terus membebani usaha mereka.

“Kalau bisa turun ya pasti senang,” tutupnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *