BALIKPAPAN: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pajak menjadi penopang utama pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam acara Gebyar Pajak yang dirangkai dengan penyerahan insentif guru di Kota Balikpapan, Rabu (17/9/2025).
Sebanyak 2.388 guru di Balikpapan menerima insentif Rp1,5 juta per orang dengan total Rp3,582 miliar. Setelah dipotong pajak sebesar 6 persen, jumlah bersih yang diterima mencapai Rp3,367 miliar.
Menurut Rudy, insentif ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi guru mendidik generasi emas Kaltim. “Kita sadar, insentif ini mungkin tidak sebanding dengan jasa guru. Tapi ini bukti nyata bahwa program Jospol dan GratisPol tidak bisa dipisahkan dari pajak daerah. Pajak adalah darah pembangunan. Dari pajaklah pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, hingga insentif guru dan umrah gratis bisa terwujud,” tegas Rudy, saat memberikan kepada perwakilan penerima manfaat Jospol dan Gratispol, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) DOME, pada hari Rabu, 17 September 2025.
Dari total PAD Kaltim lebih Rp10 triliun, Rudy menyebut Rp8,4 triliun berasal dari pajak. Ia juga menegaskan tarif pajak kendaraan bermotor di Kaltim merupakan yang terendah se-Indonesia, yakni 0,8 persen, dengan BBNKB 8 persen, serta PBBKB 5 persen untuk BBM subsidi dan 7,5 persen untuk BBM industri.
Acara Gebyar Pajak semakin istimewa dengan launching aplikasi SIMPATOR GEMAS, hasil kerja sama dengan PT Wahana Pembayaran Digital (Paylabs). Aplikasi ini memungkinkan pembayaran pajak kendaraan lebih mudah melalui ShopeePay, OVO, DANA, GoPay, Kredivo, hingga perbankan BRI, BNI, dan BPD Kaltimtara.
Selain itu, Pemprov Kaltim memberikan reward bagi wajib pajak patuh, mulai dari motor listrik, tabungan, hingga ibadah umrah.
Rudy menambahkan, setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat tidak pernah sia-sia karena akan kembali dalam bentuk pembangunan, layanan publik, dan program yang langsung dirasakan warga. “Dengan partisipasi aktif wajib pajak, Kaltim bisa bergerak maju menuju kesejahteraan yang merata,” pungkasnya.
Salah seorang wajib pajak taat, Tri Sulistyo Wati, ibu rumah tangga sekaligus pemilik rumah makan Nganjuk Stalkuda mengapresiasi program ini karena membuat wajib pajak semakin semangat taat pajak.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa dapat hadiah umrah. Ini pertama kalinya. Rencananya berangkat 21 September 2025. Bahkan sampai hotel di Mekah pun difasilitasi, luar biasa sekali,” ungkap Tri dengan rasa haru.(las)

















