Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Gelar Halal Bihalal, Wawali Balikpapan Buka Akses Silaturahmi

142
×

Gelar Halal Bihalal, Wawali Balikpapan Buka Akses Silaturahmi

Share this article
a3b67a79 a021 43cb 8add c859e8e2884d
Suasana open house di kediaman Wakil Wali Kota, H. Bagus Susetyo. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Wakil Wali Kota, H. Bagus Susetyo memanfaatkan momen halal bihalal untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat bertemu langsung dengan pemimpinnya.

Tak ada sekat yang membatasi. Warga dari berbagai latar belakang mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum berbaur dalam satu suasana yang sama. Hal ini menciptakan interaksi yang cair, jauh dari kesan formalitas birokrasi.

Didampingi istrinya, Siti Kotijah, Bagus menyambut setiap tamu secara langsung. Sapaan hangat dan jabat tangan menjadi simbol keterbukaan, sekaligus mencerminkan pendekatan humanis dalam kepemimpinan.

Dalam suasana santai namun tetap khidmat, ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri dan permohonan maaf lahir batin disampaikan secara bergantian. Momen ini bukan hanya tradisi, tetapi juga menjadi jembatan emosional yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagaimana kita membangun kedekatan dan menjaga kebersamaan,” ujar Bagus, saat ditemui di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan, pada hari Minggu (22/3/2026).

Ia menilai, halal bihalal bisa menjadi medium efektif untuk memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat diberi ruang untuk berinteraksi langsung, hubungan yang terbangun tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga personal.

Kehadiran warga dari berbagai daerah di Kalimantan Timur turut menambah semarak acara, sekaligus menunjukkan bahwa momen ini memiliki daya tarik sebagai ajang silaturahmi lintas wilayah.

Lebih jauh, Bagus berharap nilai-nilai Ramadan seperti kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi tidak berhenti setelah Idulfitri, tetapi terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sederhana ini justru menghadirkan makna yang lebih dalam rumah jabatan bukan hanya simbol kekuasaan, melainkan ruang kebersamaan yang terbuka bagi semua.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *