Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Festival Nasi Bekepor: Sinergi Unikarta dan Disdikbud Kukar Lestarikan Budaya Lokal

264
×

Festival Nasi Bekepor: Sinergi Unikarta dan Disdikbud Kukar Lestarikan Budaya Lokal

Share this article
nasi bekepor
Example 468x60

KUKAR: Sebagai bentuk nyata pelestarian budaya daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Nasi Bekepor ke-6 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Senin (16/6/2025), di halaman kampus Unikarta, Tenggarong.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar, termasuk warga dari Kelurahan Bensamar, Desa Jembayan, dan lingkungan sekitarnya. Kehadiran mereka menjadi bukti antusiasme publik terhadap tradisi kuliner khas Kutai ini.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif kampus dalam melaksanakan festival yang telah memasuki tahun keenam ini.

“Saya sangat senang dengan adanya Festival Nasi Bekepor yang digagas oleh FISIPOL Unikarta. Ini kegiatan luar biasa yang perlu terus kita dorong sebagai bagian dari pelestarian budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini tidak hanya mengenalkan kembali warisan budaya, tetapi juga menjadi media edukasi lintas generasi. Ke depan, ia menyebutkan bahwa Disdikbud Kukar akan menjajaki kemungkinan perluasan partisipasi, termasuk melibatkan siswa-siswi dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga ibu-ibu Dharma Wanita dari berbagai OPD.

“Harapan kami, Festival Nasi Bekepor menjadi sarana untuk mempertahankan kuliner khas Kutai sekaligus mengenalkan cara memasak tradisional orang Kutai kepada generasi modern,” jelas Puji.

Festival ini juga dirangkai dengan atraksi olahraga tradisional seperti menyumpit, bermain gasing, dan ketapel. Menurut Puji, kegiatan ini merupakan bagian integral dari kebudayaan lokal yang perlu terus dikembangkan dan diminati oleh masyarakat Kukar.

“Olahraga tradisional harus menjadi bagian dari identitas kita yang tak lekang oleh waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, menegaskan bahwa Festival Nasi Bekepor bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk konkret dari sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta dalam menjaga warisan budaya.

“Festival ini terselenggara berkat kolaborasi FISIPOL dengan Disdikbud, Dinas Pariwisata, PT MGRM, Perusda Kukar, serta sponsor dan mitra pendukung lainnya. Nasi Bekepor bukan hanya makanan, tapi simbol nilai kebersamaan dan identitas masyarakat Kutai,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melanjutkan tradisi ini. “Sebagai institusi pendidikan, sudah menjadi tugas kami untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada mahasiswa. Melalui festival ini, mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengalami langsung warisan leluhur yang perlu dijaga bersama,” ujarnya.

Menurut Prof. Ince, budaya lokal seperti Nasi Bekepor memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam konteks pariwisata. Budaya adalah aset. Nasi Bekepor, dengan sejarah dan cita rasanya, bisa menjadi daya tarik wisata kuliner yang kuat jika dikemas dengan baik.

“Dengan terlaksananya Festival Nasi Bekepor ke-6 ini, FISIPOL Unikarta bersama para mitra berharap tradisi lokal terus lestari dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga kekayaan budaya Kukar.” tutupnya.(dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *