KUKAR: Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dari Komisi II, Eko Wulandanu, menyampaikan bahwa sejumlah kelompok tani dan nelayan, khususnya yang bergerak di bidang perikanan, melaporkan adanya penurunan pendapatan dan kesulitan dalam memasarkan hasil tangkapan mereka.
“Beberapa kelompok tani nelayan yang bergerak di bidang perikanan melaporkan kepada kami, termasuk juga ke beberapa komisi lainnya. Karena saya di Komisi II, laporan itu juga sampai ke kami. Mereka menyampaikan bahwa saat ini pendapatan menurun dan masyarakat kesulitan menjual ikannya,” ungkap Eko, pada Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut adalah menurunnya daya beli masyarakat.
“Masyarakat sekarang memang mengalami penurunan daya beli yang cukup jauh. Ini sedang kami pelajari juga melalui fungsi pengawasan DPRD. Besok kami akan turun langsung ke lapangan untuk melihat penyebab pastinya,” ujarnya.
Eko menambahkan, dugaan sementara penurunan daya beli tersebut disebabkan oleh turunnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang berdampak pada menurunnya perputaran ekonomi masyarakat.
“Indikasinya, akibat penurunan APBD, daya beli masyarakat juga menurun. Akibatnya, masyarakat yang biasanya membeli ikan, ayam, atau daging, kini lebih memilih lauk-pauk seperti tahu, tempe, dan sayuran,” jelasnya.
Ia menilai kondisi ini menjadi PR bersama bagi seluruh anggota DPRD Kukar untuk mencari akar permasalahan dan solusi jangka panjang.
“Ini jadi PR bagi kita semua. DPRD akan berupaya memastikan penyebabnya dan mencarikan langkah konkret agar masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku perikanan, bisa kembali bangkit,” pungkasnya.(*van)

















