KUKAR: Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sopan Sopian, menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan program bantuan pendidikan tersebut benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama siswa dari keluarga kurang mampu dan mereka yang berprestasi.
Menurut Sopan, proses seleksi penerima beasiswa harus dilakukan secara cermat dan transparan dengan mempertimbangkan kategori bantuan yang tersedia. Hal ini penting agar anggaran pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita berharap Beasiswa Kukar Idaman Terbaik benar-benar berdampak bagi masyarakat dan anak-anak yang membutuhkan. Harus ada seleksi yang jelas, baik untuk kategori prestasi maupun bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” tegasnya Kamis (22/10/2026).
Ia juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap mekanisme seleksi apabila ditemukan indikasi ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan. Dengan demikian, beasiswa diharapkan mampu memperluas kesempatan anak-anak Kukar untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, memastikan program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik tahun 2026 segera bergulir dengan total anggaran mencapai Rp56 miliar.
Ia menjelaskan, salah satu program yang saat ini masih berjalan dalam tahapan verifikasi adalah Beasiswa Bantuan Pendidikan bagi pelajar tingkat SMA, MTs, MA, dan sederajat. Calon penerima bantuan tersebut mengacu pada data rekomendasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial dan diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
“Untuk dua program bantuan pendidikan ini, kita sedang dalam proses verifikasi bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan,” jelas Fathul.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menyampaikan bahwa penyusunan skema bantuan pendidikan juga mempertimbangkan kondisi peserta didik serta satuan pendidikan yang memenuhi persyaratan.
Menurutnya, penentuan penerima bantuan tidak hanya didasarkan pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga memperhatikan kelayakan sekolah yang menjadi sasaran program.
“Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujarnya.
Heriansyah menambahkan, perencanaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. Selama ini, dukungan pendidikan di Kukar telah diberikan melalui berbagai program, mulai dari bantuan seragam dan buku sekolah hingga penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran.
Dalam menyusun skema bantuan pendidikan untuk 2027, Disdikbud Kukar juga memetakan program-program yang telah berjalan. Langkah ini dilakukan agar bantuan dari pemerintah kabupaten dapat saling melengkapi dengan program pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Harapannya program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik semakin efektif dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mencegah tumpang tindih penyaluran bantuan,” tutupnya. (and)

















