KUKAR: Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui pengembangan keterampilan kerja dan dukungan sarana usaha.
Salah satunya menyasar masyarakat Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis, melalui pelatihan dan pemberian bantuan yang dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026).
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Fahriza, mengatakan pelatihan tersebut diberikan sebagai bentuk pembekalan kepada masyarakat agar memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri.
“Yang kami lakukan di Muara Wis ini merupakan pembekalan bagi tenaga kerja mandiri di sektor informal. Ada satu kelompok yang kami berikan pelatihan perbengkelan,” ujarnya saat di hubungi.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga dilengkapi dengan bantuan sarana usaha berupa peralatan perbengkelan sepeda motor.
Bantuan tersebut berupa sejumlah sarana dan peralatan pendukung untuk menunjang kegiatan usaha perbengkelan.
Dendy menjelaskan, kelompok penerima bantuan tersebut terdiri dari 10 orang. Kelompok itu sebelumnya diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi karena pelatihan tersebut telah lama dinantikan. Para peserta diharapkan tidak berhenti setelah menerima bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Mereka bukan hanya berharap mendapatkan sarana usaha, tetapi juga ada monitoring dan evaluasi untuk memastikan usaha yang dijalankan bisa terus berjalan,” katanya.
Dendy menambahkan, monitoring diperlukan terutama ketika usaha memasuki masa awal pengembangan.
Apabila kelompok mengalami kendala dalam pengembangan usaha, termasuk persoalan permodalan, pemerintah akan berupaya menghubungkannya dengan program pembiayaan yang tersedia.
Salah satunya melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang disiapkan untuk mendukung pelaku usaha di daerah.
Selain Muara Wis, Distransnaker Kukar juga berencana melaksanakan kegiatan serupa di sejumlah kecamatan lainnya. Beberapa wilayah yang telah masuk dalam rencana tersebut yakni Loa Kulu, Sebulu dan Tenggarong.
Dendy mengatakan pelaksanaan program tersebut disesuaikan dengan usulan yang berasal dari Musrenbang maupun aspirasi anggota DPRD Kukar.
“Kami akan melaksanakan di beberapa kecamatan. Ada Loa Kulu, Sebulu, kemudian Tenggarong. Ini berdasarkan usulan Musrenbang dan aspirasi anggota DPR yang kami realisasikan pada periode Oktober,” jelasnya
Lebih lanjut, Dendy berharap masyarakat tidak hanya memandang peluang pekerjaan dari sektor formal. Menurutnya, sektor informal juga memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Ia mendorong para peserta pelatihan untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi tenaga kerja mandiri yang mampu menciptakan usaha.
“Jangan hanya beranggapan bahwa peluang usaha dan peluang kerja itu hanya ada di sektor formal. Sektor informal juga terbuka luas. Kami ingin masyarakat memiliki semangat dan motivasi untuk menjadi pengusaha mandiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan usaha mandiri juga diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas dengan membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal lainnya.
Sementara itu, sarana usaha yang telah diberikan kepada kelompok penerima diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Jika dalam perjalanan usaha terdapat kendala permodalan, pemerintah akan mendorong pemanfaatan program Kredit Kukar Idaman Terbaik.
“Harapannya barang dan sarana usaha yang sudah diterima bisa dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan. Kalau nanti ada kesulitan permodalan, mudah-mudahan bisa difasilitasi melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang insyaallah akan diluncurkan Oktober ini,” pungkasnya. (Adv/Van)

















