BALIKPAPAN: Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menyampaikan pesan penuh motivasi kepada wisudawan dan wisudawati program studi akuntansi dan manajemen perguruan STIE Madani Balikpapan, yang berlangsung di Hotel Astara Balikpapan, pada hari Sabtu, 15 November 2025.
Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan gerbang awal memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan. Ini bukan akhir suatu sekolah atau pendidikan, tetapi gerbang awal menuju dunia profesional dan pengabdian yang sesungguhnya,” ungkapnya dalam sambutan.
Wawali menyoroti tantangan baru dalam ekonomi dan perkembangan teknologi. Ia menyebut transformasi digital telah mengubah sistem akuntansi dari pembukuan manual menuju digital accounting, sementara bidang manajemen memasuki era kecerdasan buatan, big data, dan kolaborasi lintas sektor.
Lebih jauh, Bagus menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya diukur melalui angka pertumbuhan, tetapi juga moralitas dan etika di dalamnya. “Ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada laba, tetapi juga pada nilai dan integritas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus Susetyo menyatakan keyakinannya bahwa sebagian lulusan memiliki semangat kewirausahaan yang perlu terus dikembangkan. Ia mendorong wisudawan untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan kerja baru melalui inovasi.
“Kita berharap lulusan memiliki semangat entrepreneurship dan mampu mengembangkan startup digital yang dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Balikpapan,” ujarnya.
Pemkot, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya melalui program kewirausahaan, penguatan literasi digital, inkubasi bisnis, serta peningkatan ekosistem ekonomi kreatif.
Bagus menyebut Balikpapan saat ini memasuki babak baru sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, SDM unggul menjadi kebutuhan strategis.
Balikpapan, katanya, membutuhkan akuntan yang mampu mengelola transparansi keuangan publik dan bisnis dengan jujur, manajer yang memimpin dengan integritas, serta wirausahawan muda dengan keberanian menciptakan lapangan kerja.
“Bangsa ini membutuhkan akuntan yang jujur, manajer yang visioner, dan wirausahawan berjiwa sosial. Jangan hanya menjadi pencatat transaksi, tetapi jadilah penggerak perubahan ekonomi,” pesannya.
Wawali mengingatkan bahwa persaingan kerja semakin ketat, sementara kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan pendidikan masih terjadi. Karena itu, lulusan diminta terus belajar bahkan setelah lulus kuliah.
Ia menyebut tiga kompetensi utama yang wajib dimiliki lulusan masa kini, dengan mempunyai Kompetensi Utama Lulusan Keterangan; literasi digital dengan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif; Adaptif dan responsif dengan siap menghadapi perubahan dan tantangan baru serta Skill spesialis dan personal branding yakni unggul pada satu bidang tertentu serta mampu membangun daya saing pribadi.

Selain itu, ia mendorong penguasaan dua hingga tiga bahasa sebagai bekal menghadapi kompetisi global.
Di akhir sambutan, Bagus Susetyo mengutip pesan Bung Karno yang diyakini dapat memberi energi perubahan bagi generasi muda Balikpapan yakni “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
Pesan tersebut, kata Bagus, harus menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tekad, integritas, dan keberanian generasi muda untuk bergerak.
Pemkot berharap lulusan akuntansi dan manajemen Balikpapan mampu berperan dalam menyongsong transformasi ekonomi kota, seiring pembangunan IKN dan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif dan digital. “Ilmu tanpa integritas adalah kehampaan, dan integritas tanpa ilmu adalah ketulusan tanpa arah,” tutupnya.(las)

















