Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

DLHK Kukar Gelar Kick Off Penyusunan RIP-Kehati 2025–2029

410
×

DLHK Kukar Gelar Kick Off Penyusunan RIP-Kehati 2025–2029

Share this article
55bd756a 3f3e 45f1 9f6c 674059faa39a
Example 468x60

KUKAR : Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Kick Off Meeting penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah (RIP-Kehati) tahun 2025–2029. Kegiatan berlangsung di Ruang Bengkirai, Tenggarong, pada Kamis (17/7/2025), dengan dihadiri sejumlah stakeholder lintas sektor.

Sekretaris DLHK Kukar, Taufiq, menyebutkan bahwa penyusunan dokumen RIP-Kehati merupakan kewajiban lima tahunan yang perlu dipenuhi oleh setiap daerah. Dokumen ini menjadi dasar perencanaan strategis dalam pelestarian keanekaragaman hayati. Namun, sempat tertunda karena keterbatasan waktu dan anggaran di tahun sebelumnya.

“Rencana penyusunan sebenarnya sudah diagendakan tahun lalu, dan anggarannya pun sudah tersedia. Namun karena masuk dalam perubahan APBD, waktu pelaksanaan tinggal tiga bulan, terlalu singkat untuk penelitian lapangan. Maka kami anggarkan ulang di APBD 2025,” ujar Taufiq.

DLHK Kukar bekerja sama dengan lembaga internasional GIZ dalam penyusunan dokumen ini. Kolaborasi dilakukan melalui skema pendanaan bersama antara Pemkab Kukar dan GIZ. Para pendamping dari GIZ terdiri dari pegiat lingkungan, akademisi, serta para doktor dari berbagai universitas di Indonesia.

Penyusunan RIP-Kehati ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Menurut Taufiq, Sekretaris Daerah Kukar juga mendorong percepatan proses agar dokumen bisa dijadikan dasar program pelestarian lingkungan di tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, dokumen ini bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar menjadi acuan.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai dinas teknis seperti Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan, hingga Badan Pertanahan. Hal ini bertujuan agar data-data yang tersebar di berbagai instansi bisa dikompilasi dan dianalisis secara komprehensif untuk mendukung kebijakan pelestarian.

“Kami ingin semua sektor dilibatkan karena masing-masing punya data penting, termasuk informasi wilayah kritis, kawasan konservasi, hingga potensi flora dan fauna lokal. Ini penting agar dokumen RIP-Kehati betul-betul menggambarkan kondisi sebenarnya,” tambah Taufiq.

Dengan peluncuran ini, DLHK Kukar berharap kesadaran dan sinergi antarinstansi serta masyarakat dapat semakin kuat dalam menjaga keanekaragaman hayati. Sebab, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada dokumen, tetapi juga implementasi nyata di lapangan. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *