KUKAR : Dalam rangka menjaga fasilitas olahraga yang ada di Kukar, Dinas Kepemudaan dan Olahraga berencana melakukan pengecetan Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang.
Hal ini disampaikan Sekertaris Dispora Kukar Syafliansyah Sabtu (26/4/2025).
Syafliansyah, mengungkapkan bahwa pengecatan dan perbaikan Stadion Aji Imbut pada tahun ini. Namun, pelaksanaannya masih menunggu hasil final dari pembahasan anggaran yang hingga kini belum diputuskan.
“Tahun ini, rencananya kami akan melakukan pengecatan dan perbaikan di Stadion Aji Imbut. Tapi saya belum bisa memastikan kelanjutannya karena masih menunggu hasil final dari pembahasan anggaran. Rapat terakhir baru saja dilaksanakan,” ujar Syafliansyah.
Ia menambahkan bahwa meskipun ada kemungkinan anggaran akan dikurangi, pihaknya tetap berharap kegiatan tersebut bisa berjalan. “Mudah-mudahan tetap bisa terlaksana, walaupun besar kemungkinan ada pemotongan. Ini bukan hanya terjadi di Kukar, tapi secara nasional,” tambahnya.
Syafliansyah menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk perbaikan stadion dan sarana olahraga lainnya sangat besar, terlebih karena beberapa fasilitas ditargetkan memenuhi standar Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun, anggaran yang besar tersebut harus dikelola secara bijak agar tidak mengganggu program prioritas lainnya seperti pembinaan atlet.
“Pembinaan atlet juga menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, perbaikan akan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu kegiatan utama,” jelasnya.
Sejauh ini, sejumlah perbaikan telah dilakukan, termasuk pembangunan area e-sport yang sebelumnya belum tersedia, serta perbaikan di area depan kantor. Ia mengakui tantangan terbesar adalah keterbatasan anggaran. Namun, karena kantor Dispora terletak di lokasi yang sama dengan fasilitas olahraga tersebut, pengawasan bisa dilakukan langsung dan rutin.
“Kami ingin terus melakukan pembenahan. Dispora bukan hanya mengurus olahraga, tapi juga kepemudaan. Kegiatan hari ini adalah bagian dari program kepemudaan yang menjadi fokus kami juga,” ucapnya.
Terkait pengecatan stadion, anggaran semula diperkirakan mencapai Rp 2 miliar, namun akibat rasionalisasi, besar kemungkinan kegiatan tersebut batal. “Estimasi pemotongan bisa mencapai 60 persen,” ungkap Syafliansyah.
Hal serupa juga terjadi pada rencana pengadaan kendaraan dinas. Saat ini, sebagian besar kendaraan yang digunakan Dispora Kukar sudah berusia tua, bahkan ada yang keluaran tahun 2005 dan 2007.
“Hanya sedikit yang tergolong baru. Kendaraan yang saya pakai pribadi saja tahun 2015,” katanya.
Ia berharap di akhir tahun ada perubahan atau penambahan anggaran sehingga beberapa kegiatan yang tertunda bisa kembali dijalankan.
“Mudah-mudahan nanti ada pergeseran atau penambahan anggaran agar kegiatan-kegiatan yang tertunda bisa tetap dilanjutkan,” pungkasnya. (adv/dk)

















