KUKAR : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Budaya Nutuk Beham yang digelar di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat. Festival ini resmi dibuka pada Jumat (9/5/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (11/5/2025).
Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham tak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum penting pelestarian budaya masyarakat Kutai yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah beragam perlombaan olahraga tradisional yang meriah dan menghibur.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa pihaknya memberi perhatian khusus terhadap Desa Kedang Ipil karena komunitas olahraga tradisional di sana sangat aktif dan konsisten.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan olahraga tradisional baham yang memang rutin digelar setiap tahun di Kedang Ipil,” ujarnya Minggu (11/5/2025).
Menurut Ali, Kedang Ipil telah mencetak banyak atlet muda potensial yang berprestasi di tingkat provinsi bahkan nasional. Beberapa di antaranya pernah mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), dan tahun ini diharapkan jumlahnya semakin meningkat.
Festival Nutuk Beham juga menjadi ajang unjuk gigi bagi para penggiat olahraga tradisional seperti menyumpit, berbakia, blogo, dan jenis permainan lokal lainnya.
“Setiap festival, kami selalu sertakan perlombaan yang melibatkan atlet dan komunitas dari berbagai daerah, bahkan dari luar Kaltim,” jelas Ali.
Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang sangat dinanti oleh masyarakat dan komunitas penggiat budaya. Begitu memasuki bulan Mei, para peserta dari berbagai daerah sudah bersiap untuk mengikuti lomba dan berkumpul dalam suasana persaudaraan dan kebudayaan.
Dukungan Dispora Kukar tak hanya berupa fasilitasi perlombaan, tetapi juga pembinaan berkelanjutan bagi para atlet muda. “Kami ingin mereka tidak hanya hebat di kampung halaman, tapi juga bisa berkiprah secara nasional. Itu sebabnya pembinaan jadi fokus utama kami,” tambahnya.
Ali menegaskan bahwa pelestarian budaya lewat olahraga tradisional adalah bagian dari misi Dispora Kukar dalam membina generasi muda yang berprestasi dan berkarakter. “Kami percaya budaya dan olahraga adalah dua kekuatan yang bisa menyatukan dan membangun daerah dari akar rumput,” tutupnya. (Adv/dk)

















