KUKAR: Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memprioritaskan penataan kawasan kumuh untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih rapi, tertata, dan menarik. Upaya tersebut menjadi bagian dari program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman agar lebih nyaman bagi masyarakat.
Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil, mengatakan penanganan kawasan kumuh masih menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Penataan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kawasan serta program yang telah direncanakan.
Menurutnya, kawasan yang masih terlihat kumuh perlu mendapatkan perhatian agar kondisi lingkungan dapat diperbaiki. Melalui penataan tersebut, diharapkan kawasan permukiman di Kukar semakin tertata sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Aidil menjelaskan, pihaknya berupaya memprioritaskan wilayah yang membutuhkan penanganan, terutama kawasan yang kondisi lingkungannya masih perlu dibenahi. Penataan tidak hanya berorientasi pada perubahan tampilan kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih baik.
“Prioritas kita untuk daerah-daerah kumuh yang semuanya kita tata. Kawasan yang masih perlu dibenahi akan kita usahakan agar terlihat lebih rapi dan menarik,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan program penataan permukiman membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan sekaligus. Karena itu, pemerintah daerah akan menjalankan program secara bertahap sembari melihat kebutuhan di lapangan serta menyesuaikan pelaksanaannya dengan arah kebijakan pembangunan.
Aidil menyebutkan, program yang berjalan saat ini masih berada pada tahun pertama pelaksanaan. Dengan demikian, diperlukan waktu untuk melihat perkembangan program sebelum masuk ke tahap pelaksanaan berikutnya secara lebih luas.
Menurutnya, keberlanjutan program akan sangat bergantung pada perencanaan serta visi pembangunan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah. Penentuan langkah selanjutnya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan kawasan agar penanganan yang dilakukan dapat berjalan lebih terarah.
“Program ini kan baru tahun pertama, jadi kita jalankan dulu. Untuk pelaksanaan berikutnya, kita melihat bagaimana arah dan visi program ke depan, termasuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” jelasnya.
Ia menegaskan, penataan kawasan permukiman menjadi pekerjaan yang membutuhkan kesinambungan. Oleh sebab itu, Disperkim Kukar berupaya menjalankan program yang telah direncanakan sembari menyiapkan langkah lanjutan sesuai perkembangan kebijakan pemerintah daerah.
Melalui upaya tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong perubahan kondisi lingkungan permukiman secara bertahap. Kawasan yang sebelumnya membutuhkan pembenahan diharapkan menjadi lebih tertata, sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal.
“ Kami berharap, pelaksanaan program penataan kawasan kumuh dapat terus berjalan sesuai perencanaan dan menjadi bagian dari pembangunan permukiman yang lebih baik di Kabupaten Kutai Kartanegara,”pungkasnya. (Adv/Van)

















