Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKARKUTAI KARTANEGARA

Dispar Kukar Dorong Talenta Lokal Berkembang Lewat Kegiatan di Simpang Odah Etam

324
×

Dispar Kukar Dorong Talenta Lokal Berkembang Lewat Kegiatan di Simpang Odah Etam

Share this article
0d07dbfa 59d9 4154 92cb 11834ccfb5c8
Example 468x60

KUKAR : Kutai Kartanegara memiliki banyak desainer berbakat yang mulai menonjol di berbagai ajang, baik lokal maupun nasional. Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Zikri Umulda, menyebut, dalam gelaran di Simpang Odah Etam baru-baru ini, setidaknya ada enam desainer lokal yang tampil, termasuk partisipasi dari teman-teman disabilitas yang tergabung dalam PPDI.

Zikri juga menyebutkan ada beberapa nama besar dari Kukar di dunia fashion, seperti Mas Imam yang telah sering tampil di ajang nasional, serta Pak Uya dan banyak lagi talenta berbakat lainnya. Keberadaan para desainer ini, menurut Zikri, menjadi potensi besar yang harus terus dikembangkan dan didukung.
Dukungan nyata juga datang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar melalui kegiatan di Simpang Odah Etam setiap malam Minggu.

“Kegiatan ini dirancang sebagai proyek percontohan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lapisan bawah dengan dana minimal, namun berdampak besar dalam membangkitkan sektor ekonomi kreatif.” jelas Zikri Jumat (25/4/2025).

Simpang Odah Etam bahkan telah mendapatkan pengakuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, hingga pemerintah provinsi. Bahkan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dari Yogyakarta pernah berkunjung ke Kukar untuk belajar langsung tentang konsep ini, yang berjalan tanpa pungutan biaya kepada peserta.

Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, Simpang Odah Etam juga membangun budaya sadar lingkungan dan memperkuat identitas budaya lokal. Para pelaku UMKM yang berpartisipasi di program ini diwajibkan mengenakan atribut budaya daerah seperti pesapu dan pengkolo, sehingga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Kutai Kartanegara.

Dampak ekonomi dari program ini juga sangat signifikan. Dalam satu malam operasional, total omzet yang dihasilkan oleh para tenant Simpang Odah Etam bisa menembus angka lebih dari Rp 100 juta. Bahkan, banyak tenant yang dagangannya sudah ludes sebelum jam operasional berakhir pukul 10 malam.

Kunci dari kesuksesan Simpang Odah Etam, menurut Zikri, terletak pada kolaborasi lintas OPD yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, serta pelibatan aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan produktif.

“Dengan model seperti ini, kami berharap bisa terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal, membangun karakter masyarakat yang lebih inovatif, sekaligus membawa nama Kutai Kartanegara lebih dikenal luas di kancah nasional.” pungkasnya (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *