KUKAR : Komitmen Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memajukan sektor ekonomi kreatif terus diperkuat melalui partisipasi dalam ajang nasional. Salah satu langkah terobosannya adalah keikutsertaan dalam kegiatan Tetiba Jogja yang digelar di Obelix Sea View, Yogyakarta, pada 11 Mei 2025 lalu.
Melalui event tersebut, seni pertunjukan dan budaya lokal dari Kukar tampil memukau di hadapan ribuan pengunjung. Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif, Zikri Umulda, menyebut kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mengenalkan pelaku kreatif lokal ke kancah yang lebih luas.
“Ini bukan hanya soal tampil, tapi bagaimana pelaku kreatif Kukar bisa dikenal secara nasional. Kami membawa pemusik dan seniman dari tiga etnis Dayak Modang, Benuaq, dan Kenyah yang menunjukkan kekayaan budaya kita,” ujar Zikri saat ditemui Senin (19/5/2025).
Pemilihan lokasi di luar daerah, lanjut Zikri, merupakan bagian dari strategi promosi lintas wilayah. Kerja sama dengan pengelola objek wisata swasta seperti Obelix Sea View dianggap efektif dalam mendongkrak eksposur dan mendatangkan audiens yang lebih luas.
Menurut data penyelenggara, jumlah pengunjung pada puncak acara mencapai 10.000 orang.
“Ini momentum luar biasa, apalagi kita juga bisa membagikan brosur destinasi wisata Kukar, memperkenalkan jajanan khas seperti Jajak Keminting, dan menyebarluaskan album musik tradisi kita,” imbuhnya.
Tak hanya menjadi etalase budaya, kegiatan ini juga membuka peluang jejaring baru. Dinas Pariwisata Kukar bahkan disebut telah menerima tawaran kerja sama dari pengelola Tebing Breksi, destinasi populer lain di Yogyakarta.
“Sayangnya, kemarin kami baru sempat tampil di Obelix. Namun tawaran dari Tebing Breksi sedang kami pertimbangkan untuk agenda tahun depan,” ucap Zikri.
Ia berharap program seperti ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan, dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
“Selama dukungan anggaran tersedia, kami siap membawa potensi lokal Kukar ke panggung nasional.” jelasnya.
Dinas Pariwisata Kukar melihat seni pertunjukan dan musik sebagai kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Melalui upaya semacam ini, diharapkan talenta lokal tidak hanya berkembang, tapi juga mendapat pengakuan lebih luas. (Adv/dk)

















