Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Di Usia 407 Tahun Warga Bensamar Berharap Kampongnya Lebih Dikenal Akan Budaya Lokal

399
×

Di Usia 407 Tahun Warga Bensamar Berharap Kampongnya Lebih Dikenal Akan Budaya Lokal

Share this article
84ddb7e3 9119 482f a087 95689bfcff7f
Festival Budaya Bensamar
Example 468x60

KUKAR : Dusun Bensamar, sebuah kampung tua di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, kembali menggelar kegiatan seni dan budaya yang telah menjadi tradisi mereka selama bertahun-tahun. Dalam acara yang diadakan dua kali setahun ini, warga kembali menunjukkan kecintaan mereka terhadap kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Kepala Lembaga Adat Dusun Bensamar, Semain M, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehidupan tenteram yang dirasakan warga di kampung tersebut.

“Kami warga Dusun Bensamar merasa bangga dan bersyukur dapat hidup tenteram, aman, dan bahagia meskipun berada di pedalaman,” ucapnya Selasa (27/5/2025).

Ia juga menyampaikan harapannya agar nama Bensamar bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat, khususnya di wilayah Tenggarong.

“Bukan untuk menjadi terkenal, tetapi setidaknya agar orang tahu dan mengenal keberadaan Bensamar. Karena faktanya, masih banyak warga Tenggarong sendiri yang belum tahu tentang Bensamar,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan festival budaya secara rutin, warga merasa bahwa perlahan namun pasti, keberadaan kampung mereka mulai diperhatikan.

“Setelah beberapa kali kami mengadakan kegiatan ini, barulah banyak orang, termasuk yang lebih tua, mulai mengenal dan mengetahui tentang Bensamar,” jelasnya.

Acara tersebut menjadi momentum penting mengingat usia Dusun Bensamar kini telah mencapai 407 tahun sejak berdiri pada tahun 1618. Sejarah panjang ini mempertegas posisi Bensamar sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Kutai Kartanegara, bahkan sebelum berdirinya Kesultanan Kutai Kartanegara.

“Kampong Bensamar memiliki kaitan erat dengan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara, khususnya dengan Sultan Aji Imbut yang pernah datang ke wilayah ini,” terang Semain.

Ia juga menyatakan komitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan pelestarian budaya yang dilaksanakan di Bensamar.
Dalam festival ini, masyarakat menampilkan sejumlah kesenian tradisional khas Bensamar seperti tari jepen, tarsul, dan lagu-lagu tingkilan.

Semain menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk masyarakat Maluhu yang selama ini membantu dalam pertanian dan kegiatan gotong royong.

“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Maluhu. Bantuan itu sangat berarti dan merupakan sumber kebahagiaan bagi kami semua,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengapresiasi semangat masyarakat dalam melestarikan budaya. Ia menanggapi usulan dari lembaga adat untuk mengadakan festival ini satu hingga dua kali setahun.

“Prinsipnya kami sangat mendukung. Namun tentu kami harus menyesuaikan dengan program pemerintah dan efisiensi anggaran,” ungkapnya. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *