KUKAR- Puluhan wartawan se Kukar mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kukar, di rumah makan Banjir Jalan Pesut Tenggarong, Selasa (26/3/2024).
Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk untuk memupuk silaturahmi dan kebersamaan wartawan yang bertugas di Kutai Kartanegara. Pada acara itu juga dirangkai penyerahan sertifikat kompetensi dari Dewan Pers, bagi wartawan yang beberapa bulan lalu mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Tenggarong, baik tingkat muda, madya dan utama.
Penyerahan sertifikat kompetensi dilakukan simbolis oleh Plt Ketua PWI Kaltim Achmad Shahab didampingi Wakil Ketua Abdurahman, Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Mahendra Wijaya, Sekretaris PWI Kukar Andi Wibowo, kepada Wahidin wartawan yang lulus kompeten dijenjang utama.
Plt Ketua PWI Kaltim Achmad Shahab menyatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan yakni buka puasa bersama sebagai momentum untuk silaturahmi antara PWI Kukar dan PWI Kaltim, kemudian dilanjutkan penyerahan sertifikat kompetensi .
Pelaksanaan UKW digelar beberapa waktu lalu, dan diikuti sekitar 30 wartawan, baik tingkat muda, madya dan utama.”Dan kali ini cukup banyak yang lulus dan hanya satu yang utama tidak lolos tapi kalau yang lain lolos.” Katanya.
Menjadi wartawan katanya, tidak boleh berpuas diri, jangan sampai nanti ketika sudah menerima sertifikasi wartawan muda tidak mau lagi membaca, mencari pengetahuan.
“Karena tidak ada kamus di wartawan itu yang berhenti berjalan, karena kita setiap saat kita ketemu dengan orang orang baru, ketemu masalah masalah baru. Dan setiap hari problem yang dihadapi di lapangan pasti beda.”katanya.
Wartawan harus selalu belajar, bagaimana mau membaca. Karena sekarang ini untuk meningkatkan status dari muda ke madya itu harus tiga tahun, itulah proses belajarnya
Sementara rartawan senior Kukar penerima sertifikat utama Wahidin Noor merasa bangga, karena untuk mendapatkan sertifikat ini tidak mudah.
“Saya itu jadi wartawan sudah 20 tahun lebih, tapi masih ketetran juga. Jadi untuk rekan-rekan yang lain supaya terus belajar dan belajar. Kita ikuti jenjangnya dari muda, madya sampai utama. Ini banyak manfaatnya untuk kita. Jadi perlu perjuangan, alhamdulillah akhirnya bisa lolos dan hari ini sudah bisa menerima sertifikatnya.” ungkapnya.(*)

















