KUKAR: Pembinaan dan Pelatihan (Binlat) Bintang Pengabdian TNI/Polri yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sejak 21 hingga 29 Januari 2026 resmi ditutup. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya bagi putra-putri daerah yang berminat menjadi ASN, TNI, Polri, maupun masuk sekolah-sekolah kedinasan.
Hal itu di sampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, usai menghadiri Penutupan Binlat Bintang Pengabdian yang di gelar di gedung aula Dispora Kukar Pada Kamis (29/1/2026).
Sekda Kukar, Sunggono, menyampaikan rasa syukur karena perwakilan pemerintah pusat yaitu Staf Khusus Presiden RI Bidang Program Strategis Nasional, Rizky Andrika, dapat menyaksikan langsung keseriusan Pemerintah Kukar dalam meningkatkan kualitas SDM daerah melalui program Binlat Bintang Pengabdian.
“Beliau hadir melihat langsung bagaimana upaya pemerintah daerah dalam mempersiapkan putra-putri terbaik Kukar yang memiliki minat, bakat, dan kompetensi, baik untuk TNI, Polri, maupun sekolah-sekolah kedinasan,” jelasnya.
Menurut Sunggono, program Binlat Bintang Pengabdian telah membuktikan efektivitasnya. Sejumlah alumni program ini bahkan telah berhasil diterima di TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta beberapa sekolah kedinasan.
“Alhamdulillah, program ini sudah mampu membuktikan efektivitasnya. Insya Allah, ada anak-anak kita yang sudah diterima di TNI dan sekolah kedinasan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, khususnya terkait keterbatasan kuota penerimaan di sekolah-sekolah kedinasan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Kuota sekolah kedinasan memang sangat terbatas karena terkait formasi ASN. Bahkan, ada anak-anak kita yang secara nilai sudah masuk, tetapi tidak bisa diterima karena keterbatasan formasi,” terangnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Sunggono mengaku telah melakukan upaya komunikasi dan roadshow ke sejumlah perguruan tinggi kedinasan guna membuka peluang kerja sama, termasuk skema pendidikan dengan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Kukar.
“Harapannya, jika peluang itu dibuka, maka dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan kebutuhan SDM teknis di OPD bisa kita penuhi dari putra-putri daerah sendiri,” katanya.
Ia juga menyoroti antusiasme peserta tahun ini yang dinilai merata dari seluruh kecamatan. Sebanyak 239 peserta tercatat mengikuti Binlat dan mampu bertahan hingga akhir kegiatan.
“Yang membanggakan, semua kecamatan sudah mengirimkan putra-putri terbaiknya. Bahkan, peserta terbaik berasal dari anak Kukar yang bersekolah di Samarinda, namun memilih kembali ke Kukar untuk mengikuti program ini. Ini menunjukkan kepercayaan publik yang sangat tinggi,” tambahnya.
Sunggono optimistis, ke depan Binlat Bintang Pengabdian dapat dilaksanakan dalam dua angkatan dalam satu tahun, menyesuaikan formasi dan kebutuhan mitra penerimaan.
Sementara itu, salah satu peserta Binlat asal Kecamatan Muara Muntai, Muhammad Aidil Ilmi mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan intensif tersebut.
“Perasaan saya sangat seru sekali. Dari awal ikut BINLAT ini kami tidak tahu apa-apa, tapi dari pelajaran dan latihan yang diberikan para pelatih, saya merasa sekarang sudah jauh lebih siap,” ujarnya.
Aidil, siswa kelas XII IPS dari Madrasah Aliyah Kecamatan Muara Muntai, menyebut dirinya merupakan peserta Binlat angkatan ke-7 dan merasa sangat beruntung bisa mengikuti program tersebut.
“Saya berminat ikut tes TNI Angkatan Darat. Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi tentara karena menurut saya pasukan angkatan darat itu gagah dan keren,” katanya.
Ia juga menceritakan pengalaman disiplin keras selama pelatihan, termasuk latihan fisik dan kedisiplinan yang dilakukan sejak dini hari.
“Dulu bangun pagi jam tujuh atau delapan, sekarang sudah terbiasa bangun jam empat pagi. Disiplin kami benar-benar dilatih,” ungkapnya.
Meski sempat merasakan rindu rumah, Aidil menilai Binlat Bintang Pengabdian sangat bermanfaat bagi anak muda yang ingin mengabdi kepada negara.
“Pesan saya, semoga pelatihannya bisa lebih lama dan kuotanya ditambah, supaya lebih banyak teman-teman bisa ikut. Kegiatan ini sangat berguna untuk membantu kami meraih cita-cita,” tutupnya. (*van)

















