Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Belum Dua Tahun Diperbaiki, Jalan Yos Sudarso Desa Jembayan Kembali Retak

228
×

Belum Dua Tahun Diperbaiki, Jalan Yos Sudarso Desa Jembayan Kembali Retak

Share this article
Kondisi badan Jalan Yos Sudarso Desa Jembayan yang kembali mengalami keretakan dan penurunan. (Istimewa)
Kondisi badan Jalan Yos Sudarso Desa Jembayan yang kembali mengalami keretakan dan penurunan. (Istimewa)
Example 468x60

KUKAR: Kondisi Jalan Yos Sudarso di RT 04 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali mengkhawatirkan. Jalan yang berada persis di tepian Sungai Mahakam tersebut mulai mengalami retak dan penurunan, meski penanganan sebelumnya baru selesai sekitar satu setengah tahun lalu.

Ruas Jalan Yos Sudarso bukan pertama kali menghadapi persoalan serupa. Sebelumnya, jalan tersebut sudah dua kali mengalami longsor. Penanganan terakhir bahkan baru rampung pada Februari 2025.

Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan kondisi itu membuat pemerintah desa kembali waspada. Apalagi, titik kerusakan berada di kawasan yang selama ini memiliki persoalan tanah cukup kompleks.

“Kalau kami tentu ingin segera diperbaiki dengan baik. Tapi untuk teknisnya kami tidak bisa menentukan, karena ini jalan nasional dan yang lebih tahu penanganannya tentu pihak yang berwenang,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Menurut Erwin, pergeseran tidak hanya terjadi pada badan jalan. Turap yang berada di sisi Sungai Mahakam juga ikut bergerak. Ia menduga kondisi tanah yang masih mengandung lumpur membuat konstruksi di atasnya tidak sepenuhnya stabil.

“Kalau dilihat sekarang, turapnya juga ikut bergeser. Kemungkinan karena bagian bawahnya masih berlumpur, sehingga konstruksinya ikut bergerak,” katanya.

Untuk saat ini, kendaraan masih dapat melewati ruas tersebut. Keretakan yang muncul juga belum sampai menghambat mobilitas warga. Di sekitar lokasi tidak terdapat rumah warga yang berdiri tepat di titik kerusakan karena badan jalan berada di tepian sungai.

Meski belum mengganggu lalu lintas, pemerintah desa meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan terlalu lama. Terlebih kondisi cuaca dapat berubah dan hujan berpotensi memperparah pergerakan tanah.

“Yang kami khawatirkan itu ketika hujan nanti. Sekarang memang masih panas, tetapi jangan sampai menunggu kembali runtuh baru ditangani,” tuturnya.

Pemerintah Desa Jembayan akan menyampaikan kondisi tersebut kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Balikpapan.

“Kami akan segera bersurat ke balai. Kami laporkan kondisi yang ada di lapangan, kemudian untuk tindakan teknisnya nanti menjadi kewenangan pihak balai,” jelasnya.

Erwin menilai penanganan kali ini perlu melihat persoalan secara menyeluruh. Ia tidak ingin kerusakan hanya ditangani pada bagian permukaan, sementara masalah pergerakan tanah di bawahnya tidak diselesaikan.

“Kalau memang masalahnya ada di kondisi tanah, jangan hanya ditutup atau ditimbun lagi. Harus dicari konstruksi yang sesuai supaya persoalan seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Menurut dia, opsi penanganan permanen dapat dipertimbangkan berdasarkan kajian teknis. Pemerintah desa menyerahkan metode terbaik kepada instansi yang memiliki kewenangan.

“Apakah nantinya perlu jembatan atau metode lainnya, kami serahkan kepada PU. Yang penting hasil akhirnya bisa membuat akses ini lebih aman dan tidak mudah rusak lagi,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah desa sebenarnya telah memiliki jalur alternatif yang dapat menghubungkan Dusun Margasari dengan kawasan di sebelah Batalyon Armed 22/Kesumawira. Namun, jalur sepanjang kurang lebih 10 kilometer itu belum seluruhnya siap digunakan sebagai akses utama.

Sejumlah bagian jalur alternatif sudah memiliki kondisi yang cukup baik. Namun, masih terdapat ruas yang hanya berupa agregat dan tanah sehingga belum seluruhnya nyaman untuk dilalui kendaraan.

“Jalan alternatifnya sebenarnya sudah ada, bukan baru sebatas rencana. Hanya saja pengerjaannya belum selesai dan belum seluruhnya dilakukan pengerasan,” ungkapnya.

Karena itu, Jalan Yos Sudarso tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Penggunaan jalur alternatif juga membuat jarak tempuh lebih panjang lantaran kendaraan harus mengambil rute memutar.

Pemerintah desa berharap persoalan tersebut segera mendapat penanganan sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar. Pengalaman dua kali longsor sebelumnya menjadi alasan kuat agar kondisi terkini tidak dianggap sepele.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kondisi terkini di lokasi.

“Karena ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional, Dinas PU Kukar tidak mengambil tindakan teknis secara langsung, melainkan menyusun laporan resmi untuk bersurat ke BBPJN di Balikpapan agar segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Dinas PU Kukar, mengambil langkah tersebut setelah mendapat arahan dari Sekretaris Kabupaten Kukar. Hasil pemeriksaan nantinya akan dilengkapi dokumentasi kondisi jalan, termasuk bagian yang mengalami retak, turun, dan bergeser.

Laporan tersebut kemudian akan disampaikan kepada BBPJN sebagai instansi yang berwenang menangani Jalan Yos Sudarso karena statusnya merupakan jalan nasional.

“Untuk penanganan teknisnya nanti kami tunggu tindak lanjut dari BBPJN Balikpapan, karena ruas ini merupakan jalan nasional dan kewenangannya ada di sana,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *