KUKAR: Kamis, (25/7/2024) malam, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Launching Indek Kerawanan Pemilihan (IKP) Pilkada Kukar 2024, di Cae Pesona Mahakam Tenggarong.
Acara tersebut dibuka Ketua Bawaslu Kukar Teguh Wibowo, turut dihadiri Anggota Bawaslu Munir Anshory. Ketua PWI Kukar Bambang Irawan, serta para jurnalis Kutai Kartanegara.
“Kegiatan ini adalah bagian dari peluncuran indeks kerawanan Pilkada (IKP), yang merupakan inisiatif dari Bawaslu RI dan diterapkan di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.” kata Ketua Bawaslu Kukar Teguh Wibowo.
“Teman-teman di kabupaten/kota sudah melakukan peluncuran di wilayah masing-masing. Untuk di Kaltim, peluncuran IKP pertama dilakukan di Berau, kedua di Balikpapan, dan ketiga di Kukar. Bawaslu melakukan peluncuran berdasarkan hasil terkait indeks kerawanan pemilihan yang ada di Kabupaten Kukar,” tambah Teguh.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam tahapan Pilkada, dan berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam mengawal Pilkada 2024 agar berjalan lancar dan aman. “Dengan adanya teman-teman media, mari kita kawal demokrasi yang ada di Kukar ini sehingga indeks kerawanan pemilu tidak terjadi,” tambahnya.
Sementara Anggota Bawaslu Kukar Munir Anshory yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa basis pencegahan dan pengawasan di Kukar didasarkan pada hasil analisis Bawaslu RI terhadap potensi kerawanan di seluruh Indonesia. Kukar menempati posisi ke-75 dengan skor 51,49.
“Hal ini dilihat, karena ada keterlambatan logistik dengan berbagai kendala yang nanti bisa kita urai bersama. Rekomendasi terkait netralitas ASN, TNI, Polri, adanya sengketa proses pemilu, pemilih ganda, laporan politik uang, gugatan hasil pemilu, putusan DKPP, penghitungan suara ulang, keluhan dari saksi, dan hal-hal lainnya,” jelas Munir.(dk1)

















