KUKAR : Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian mengoptimalkan keberadaan videotron sebagai media sosialisasi wajah daerah dan program-program pemerintah. Inisiatif ini diklaim menjadi cara efektif untuk menyebarkan informasi sekaligus memastikan pembangunan merata hingga ke kecamatan.
Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo, menjelaskan bahwa videotron adalah sarana prasarana paling efektif bagi lembaganya.
“Ini terbilang baru di Kukar, meskipun di Tenggarong sudah cukup banyak. Di kecamatan-kecamatan, jarang ada OPD yang memasang videotron,” ungkap Joko Kamis (26/6/2025).
Oleh karena itu, Bapenda berinisiatif memasang videotron di beberapa kecamatan sebagai upaya agar pembangunan tidak hanya terpusat di Tenggarong.
Lokasi Strategis dan Keunggulan Media
Saat ini, videotron Bapenda telah terpasang di lima kecamatan yang memiliki kantor Bapenda sendiri, yaitu Muara Badak, Loa Janan, Muara Muntai, Sebulu, dan Kota Bangun. Joko menyatakan bahwa jika ada kantor aset Bapenda di lokasi lain, pihaknya juga akan mempertimbangkan pemasangan videotron di sana.
Keunggulan utama videotron ini adalah efektivitasnya sebagai media sosialisasi. “Dibandingkan harus memasang spanduk setiap hari dan menugaskan orang untuk memasangnya, videotron jauh lebih praktis. Informasi dapat langsung tersebar,” jelas Joko.
Ia menambahkan, meskipun Bapenda juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube, videotron mampu menjangkau masyarakat yang tidak memiliki akses media sosial.
Bapenda berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti Puskesmas atau Dinas Pendidikan juga memiliki fasilitas serupa agar dapat saling menitipkan iklan layanan masyarakat. Videotron ini juga digunakan untuk berbagai pengumuman, mulai dari ucapan hari raya, imbauan, hingga permintaan menampilkan poster acara kegiatan.
Joko Susilo mengungkapkan bahwa Bapenda sedang mengkaji potensi komersial videotron di masa depan, meskipun saat ini masih berfungsi sebagai media iklan layanan masyarakat atau pemerintah. Videotron beroperasi dengan waktu operasional yang panjang, yaitu dari jam 7 pagi hingga 7 malam.
Selain sosialisasi, videotron Bapenda juga sering digunakan untuk nonton bareng (nobar), terutama acara olahraga besar seperti Piala Dunia atau bulu tangkis.
“Awalnya kami memfasilitasi sepenuhnya, namun sekarang masyarakat di beberapa kecamatan, seperti Muara Badak, sudah mandiri dalam mengadakan nobar,” kata Joko.
Ia menilai hal ini sangat positif karena semakin banyak yang hadir dan melihat, semakin bagus untuk sosialisasi Bapenda. Acara-acara nobar ini bahkan sering masuk dalam pemberitaan media lokal. (Adv/dk)

















