BALIKPAPAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pendidikan. Mulai tahun 2026, Pemkot melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan membuka rekrutmen besar-besaran bagi sekitar 500–600 guru dan tenaga kependidikan (tendik) baru.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar menambah jumlah guru, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas layanan pendidikan di tengah banyaknya tenaga pendidik yang akan pensiun pada akhir 2025.
Apabila tidak diantisipasi, ada risiko kekurangan guru. Karena itu, disiapkan rekrutmen sekaligus tenaga pendukung agar sistem pembelajaran tetap optimal.
Proses seleksi akan dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk memastikan rekrutmen berlangsung transparan dan objektif. Calon guru wajib lulusan S1 dengan jurusan linier sesuai bidang studi, misalnya guru Bahasa Indonesia harus berasal dari jurusan Bahasa Indonesia.
Selain guru, tenaga kependidikan juga akan diperkuat untuk mendukung administrasi, kebersihan, hingga keamanan sekolah. Dengan pembagian peran ini, guru diharapkan bisa lebih fokus pada proses belajar-mengajar.
Rekrutmen direncanakan dibuka November–Desember 2026, dengan penempatan tugas mulai Januari 2027. Tenaga yang diterima akan menggunakan skema kontrak kerja individu, model yang sebelumnya sukses diterapkan di Jakarta.
“Estimasi kebutuhan anggaran Rp20–30 miliar. Target awalnya 500–600 tenaga, tapi jumlah final baru bisa dipastikan akhir November nanti,” ujar Irfan, Selasa (9/9/2025).
Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Balikpapan untuk menjamin mutu pendidikan sekaligus pemerataan tenaga pendidik di seluruh sekolah. Harapannya, tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru mata pelajaran inti maupun tenaga pendukung sekolah.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan anak-anak Balikpapan mendapatkan hak belajar secara maksimal, dengan guru yang berkualitas dan sistem pendukung yang lebih kuat,” tegas Irfan.(las)

















