Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Balikpapan dan PPU Alami Deflasi Agustus 2025, Inflasi Tetap Terkendali di Bawah Nasional

261
×

Balikpapan dan PPU Alami Deflasi Agustus 2025, Inflasi Tetap Terkendali di Bawah Nasional

Share this article
7dd49246 056c 4d25 ae7b 9b7ba99f4276
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.(Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sama-sama mencatat deflasi pada Agustus 2025. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,73% (mtm), sementara PPU deflasi 0,78% (mtm).

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, melalui siaran pers pada hari Selasa (9/9/2025).

Secara tahunan, inflasi Balikpapan tercatat hanya 1,31% (yoy), lebih rendah dari nasional sebesar 2,31% maupun gabungan empat kota di Kaltim sebesar 1,79%. Sedangkan inflasi tahunan PPU tercatat 2,99% (yoy), masih lebih tinggi dari nasional namun tetap dalam rentang sasaran inflasi nasional 2025, yakni 2,5% ± 1%.

Deflasi Balikpapan terutama didorong oleh kelompok Transportasi dengan andil 0,30%. Penurunan tarif angkutan udara menjadi faktor utama, dipengaruhi extra flight dan penambahan rute pasca-libur sekolah. Komoditas lain yang menekan inflasi yakni tomat, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, serta biaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang lebih rendah berkat subsidi Pemkot.

Meski begitu, inflasi tetap muncul dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, khususnya bawang merah, ikan layang, angkutan laut, ketimun, dan kacang panjang. Kenaikan harga bawang merah dipicu cuaca kemarau basah yang menekan produksi di sentra Sulawesi dan Jawa Timur, sedangkan harga ikan naik akibat gelombang laut tinggi.

Di PPU, deflasi terutama bersumber dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,81%. Lima komoditas penyumbang terbesar yakni tomat, cabai rawit, semangka, sawi hijau, dan kacang panjang. Seluruhnya turun harga berkat panen raya yang melimpah di berbagai sentra produksi.

Adapun komoditas yang justru mendorong inflasi di PPU antara lain ikan layang, beras, ikan tongkol, bawang merah, dan ketimun. Harga ikan naik akibat gelombang laut tinggi, sementara beras premium terdorong oleh terbatasnya pasokan dari Jawa dan Sulawesi.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) mencermati beberapa risiko inflasi, seperti prakiraan hujan yang masih berlanjut di sentra produksi serta gelombang laut tinggi yang berpotensi mengganggu pasokan hortikultura dan perikanan.

Meski demikian, hasil survei konsumen Agustus 2025 menunjukkan optimisme masyarakat Balikpapan tetap kuat, dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di level 129,8, meski turun dari Juli sebesar 134,5.

Kantor Perwakilan BI Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus bersinergi menjaga stabilitas harga. Langkah yang dilakukan antara lain pemantauan harga bahan pokok, sidak pasar, mitigasi risiko kenaikan harga melalui rapat TPID, penguatan kerja sama antar daerah, operasi pasar dan gelar pangan murah, hingga gerakan pemanfaatan lahan pekarangan.

BI memastikan sinergi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) akan terus diperkuat untuk menjaga inflasi 2025 tetap sesuai target nasional.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *