Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPANHeadline

Awal Tahun 2026 Diwarnai Waspada Cuaca, BMKG Kaltim Ingatkan Potensi Hujan Lebat

195
×

Awal Tahun 2026 Diwarnai Waspada Cuaca, BMKG Kaltim Ingatkan Potensi Hujan Lebat

Share this article
c2503814 2d81 464f 9792 494934248f3d
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto.(Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Momentum pergantian tahun di Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi diwarnai kondisi cuaca yang perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang sesaat.

Peringatan dini tersebut berlaku untuk periode 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan potensi cuaca ekstrem paling signifikan diperkirakan terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Timur masih cukup aktif, sehingga memicu potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.

“Pada 1 Januari 2026, potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat diprakirakan terjadi di Kabupaten Berau, khususnya di Kecamatan Gunung Tabur, Tanjung Redeb, dan Teluk Bayur,” ujar Kukuh, pada hari Rabu, 31 Desember 2025.

Selain Kabupaten Berau, BMKG juga mencatat potensi hujan lebat di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Kecamatan Marang Kayu dan Tenggarong Seberang. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

Sementara itu, pada 31 Desember 2025 dan 2 Januari 2026, BMKG menyatakan tidak ada wilayah di Kalimantan Timur yang masuk dalam kategori potensi hujan lebat atau cuaca ekstrem. Namun demikian, Kukuh mengingatkan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca terkini, terlebih selama momentum libur dan perayaan Tahun Baru. Jika tidak ada kepentingan mendesak, masyarakat disarankan menghindari aktivitas di ruang terbuka saat cuaca buruk.

Untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, BMKG menyediakan akses melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal media sosial resmi @bmkgkaltim. Informasi prakiraan cuaca juga dapat diperoleh melalui layanan WhatsApp Prakirawan Cuaca.

BMKG menegaskan bahwa pembaruan informasi secara berkala menjadi kunci penting dalam meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem, khususnya di awal Tahun Baru 2026.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *