KUKAR: Akses jalan menuju SMPN 9 Tenggarong yang selama ini masih berupa jalan tanah mulai dibangun. Proyek yang telah dirintis sejak 2024 tersebut kini memasuki tahap pengerjaan setelah sempat mengalami perubahan rute akibat kendala akses.
Kepala SMPN 9 Tenggarong, Etik Setijawati, mengatakan pembangunan jalan ini menjadi angin segar bagi sekolah. Sebab, akses tersebut selama ini cukup menyulitkan, terutama saat hujan maupun cuaca panas.
“Alhamdulillah, proyek jalan ini yang sudah dirintis sejak 2024 akhirnya bisa terealisasi. Awalnya direncanakan melalui sisi SMA, tetapi karena ada perubahan dan tidak mendapat izin, akhirnya jalurnya dialihkan melalui SDN 007,” ujar Etik Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut tidak hanya berupa pengecoran badan jalan. Pekerjaan juga mencakup pembangunan turap penahan tanah dan pembentukan kontur lahan karena sejumlah bagian kawasan memiliki kemiringan dan rawan longsor.
“Di sini juga dilakukan penurapan karena kondisi tanahnya rawan longsor. Kemudian tanah yang miring dibentuk bertingkat sehingga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lapangan sekaligus mendukung akses jalan menuju SD,” jelasnya.
Etik menyebut panjang akses yang dikerjakan di sekitar sekolah diperkirakan mencapai 300 meter. Saat ini, sebagian jalur sudah dapat dilalui, meski sambungan menuju SDN 007 masih dalam proses pengerjaan.
Menurutnya, keberadaan akses jalan yang layak diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas warga sekolah, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan di SMPN 9 Tenggarong.
“Harapannya akses masuk semakin lancar. Dengan meningkatnya fasilitas, sarana dan prasarana, tentu kami berharap mutu pendidikan di SMPN 9 juga semakin meningkat, baik untuk guru maupun siswa,” katanya.
Etik menambahkan, SMPN 9 Tenggarong selama ini menjadi salah satu sekolah yang cukup diminati masyarakat. Bahkan, keterbatasan kuota membuat pihak sekolah harus menolak sebagian calon peserta didik yang ingin bersekolah di sana.
“Minat masyarakat cukup tinggi. Karena kuota terbatas, masih banyak orang tua dan siswa yang belum bisa diterima melalui sistem yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar, M. Aidil, mengatakan proyek tersebut mencakup pembangunan turap penahan tanah dan pengecoran jalan.
Menurutnya, pekerjaan telah dimulai sejak sekitar 29 Mei 2026. Pengecoran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan dan cuaca.
“Sudah mulai pengecoran. Kemarin malam sekitar 94 meter sudah dicor dan kemungkinan dalam minggu ini dilanjutkan lagi,” kata Aidil.
Ia menjelaskan, berdasarkan jadwal pekerjaan, proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan. Namun, proses pengerjaan sempat mengalami penyesuaian karena perubahan desain jalur dari rencana awal di samping SMA menuju jalur melalui SD.
“Awalnya jalannya dari samping SMA, tetapi ada kendala nonteknis sehingga desainnya berubah dan dialihkan melalui SD. Sekarang dari pihak SD sudah mengizinkan untuk dilewati,” jelasnya.
Aidil menyebut pekerjaan turap saat ini tinggal menyisakan sebagian, sedangkan pengecoran jalan masih terus dilakukan. Ia berharap kondisi cuaca mendukung agar pengerjaan dapat berjalan sesuai target.
Untuk nilai proyek, Aidil menyebut anggarannya berada di kisaran Rp2,1 miliar.
“Kalau targetnya sesuai time schedule sekitar empat bulan. Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga pengecoran tidak mengalami kendala dan pekerjaan bisa selesai sesuai target,” pungkasnya. (and)

















