KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat mutu pendidikan non-formal melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Salah satu langkah terbaru adalah mengaitkan kurikulum tersebut dengan pemanfaatan kecerdasan buatan AI (Artificial Intelligence) dalam pembelajaran.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka sejatinya hadir untuk memberikan penguatan kurikulum, khususnya bagi penyelenggaraan pendidikan non-formal. Menurutnya, pendidikan kesetaraan membutuhkan penguatan berkelanjutan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Setiap tahun kita selalu melakukan refresh terkait penguatan kurikulum bagi guru-guru atau tutor yang ada di pendidikan non-formal. Tahun ini kita coba kaitkan dengan pemanfaatan AI di dalam pembelajaran,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Pujianto menegaskan, pembaruan ini bukan hanya sekadar teori, melainkan juga menyentuh aspek implementasi langsung di lapangan. Tutor-tutor pendidikan non-formal di Kukar diberikan arahan mengenai bagaimana kecerdasan buatan bisa dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
“Yang kita berikan itu implementasinya, bagaimana AI bisa diterapkan di sekolah atau lembaga non-formal. Jadi tidak hanya konsep, tapi langsung praktik,” tambahnya.
Menurutnya, pembelajaran berbasis teknologi seperti AI sangat relevan untuk pendidikan non-formal yang memiliki karakteristik fleksibel. Dengan penerapan yang tepat, AI bisa menjadi alat bantu yang efektif, baik dalam menyusun materi, memberikan evaluasi, maupun melengkapi kebutuhan administrasi pembelajaran.
“Tujuan khususnya adalah agar tutor-tutor ini bisa mengimplementasikan kurikulum di lembaga masing-masing. Selain itu juga untuk melengkapi seluruh administrasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran,” jelas Pujianto.
Ia menilai, tantangan pendidikan non-formal saat ini tidak hanya terkait ketersediaan sumber daya manusia, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Dengan adanya penguatan melalui Kurikulum Merdeka dan dukungan AI, diharapkan lembaga pendidikan non-formal semakin mampu memberikan layanan optimal.
Ini bagian dari upaya kita agar pendidikan non-formal di Kukar tidak tertinggal. Justru dengan memanfaatkan teknologi, kita bisa memberikan kualitas pembelajaran yang setara dan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.(*van)

















