Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Anggana Bangun Ekosistem UMKM Terpadu untuk Perluas Pasar Ekspor

326
×

Anggana Bangun Ekosistem UMKM Terpadu untuk Perluas Pasar Ekspor

Share this article
1327be3a c664 4464 8980 c03b5a4bb7bd
Camat Anggana Rendra Abadi
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), tidak sekadar mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang, tetapi juga membangun ekosistem usaha terpadu. Langkah ini diyakini menjadi kunci agar produk lokal bisa bersaing di pasar nasional hingga menembus jalur ekspor.

Camat Anggana, Rendra Abadi, menyatakan, penguatan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sisi produksi, legalitas, hingga pemasaran. “Kalau hanya berfokus pada satu titik, hasilnya tidak maksimal. Kami ingin UMKM Anggana benar-benar siap menghadapi pasar global,” tegasnya.

Sejak awal 2025, pemerintah kecamatan melakukan pemetaan potensi usaha di seluruh desa. Hasilnya, lebih dari seratus pelaku UMKM bergerak di sektor olahan kelapa, perikanan, herbal, dan kriya kini masuk dalam program Inkubasi Bisnis Mandiri. Program ini bukan sekadar pendampingan, melainkan skema inkubasi yang menghubungkan UMKM dengan lembaga industri, perbankan, hingga komunitas digital marketing.

Untuk memperkuat daya saing produk, Anggana menjalin kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Industri Samarinda dan Bea Cukai Balikpapan. Pelatihan ekspor pun diberikan dengan materi praktis, mulai dari penyusunan dokumen kepabeanan, kurasi kemasan, hingga strategi digital branding.

“Kami ingin peserta benar-benar menguasai regulasi dan teknis dasar ekspor. Bahkan mereka belajar langsung membuat invoice ekspor,” kata Rendra Senin (1/9/2025).

Dukungan pemerintah kecamatan juga hadir dalam bentuk sarana produksi. Cold-storage mini untuk sektor perikanan dan mesin pres briket untuk olahan sabut kelapa telah difasilitasi agar standar ekspor dapat terpenuhi. Produk prioritas yang sedang dikembangkan antara lain minyak kelapa murni, minyak balur herbal, briket sabut kelapa, dan keripik ikan tipis.
Tak berhenti di sisi produksi, Anggana juga memperkuat UMKM Center yang berada di kantor kecamatan.

Fasilitas ini berfungsi ganda sebagai showroom produk, ruang studio foto, marketplace center, sekaligus tempat konsultasi hukum dan perizinan. Melalui pusat layanan ini, pengusaha bisa langsung bertemu bank, kurir logistik, hingga konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Selain itu, program pendampingan digital marketing rutin dilakukan setiap pekan oleh mahasiswa KKN bersama komunitas pebisnis daring KukarPreneur. Para pelaku usaha belajar optimasi marketplace, teknik fotografi produk, hingga metode pembayaran lintas negara. Pendampingan ini dianggap penting agar UMKM tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga mampu menguasai pasar digital.

Rendra optimistis, dengan ekosistem usaha yang semakin solid, minimal sepuluh UMKM Anggana bisa menembus pasar ekspor pada 2026.

“Kalau minyak kelapa dan briket kita sudah diterima di Malaysia dan Taiwan, kesejahteraan tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tapi juga seluruh rantai produksi dari desa hingga rumah tangga,” pungkasnya. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *