Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Progres Pembangunan Jembatan Besi Capai 51 Persen

476
×

Progres Pembangunan Jembatan Besi Capai 51 Persen

Share this article
Teks Foto : Kepala Dinas PU Kukar Wiyono saat bersama  Ketua DPRD Kukar pada peninjauan lokasi pembangunan Jembatan Tenggarong (dk)
Teks Foto : Kepala Dinas PU Kukar Wiyono saat bersama  Ketua DPRD Kukar pada peninjauan lokasi pembangunan Jembatan Tenggarong .
Example 468x60

KUKAR : Progres pembangunan jembatan besi Tenggarong saat ini telah mencapai 51 persen, sementara pembangunan turap mencapai 60 persen.

Hal itu disampaikan saat meneriman peninjauan progres pembangunan jembatan oleh Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, didampingi Wakil Ketua Abdul Rasid, Junadi dan Aini Faridah, Selasa (2/9/2025).

“Kami menyampaikan apresiasi atas pengawasan DPRD terhadap proyek pembangunan jembatan. Progres pembangunan berjalan sesuai jadwal. Hingga awal September 2025, progres jembatan sudah mencapai 51 persen, pembangunan turap 60 persen, semua pekerjaan masih on track sesuai kontrak. Targetnya, akhir Desember 2025 seluruh pekerjaan sudah tuntas dan dapat difungsikan,” jelas Wiyono.

kadis pu2

Hal senada disampaikan Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti. Ia menjelaskan bahwa pemasangan girder dijadwalkan tiba di lokasi pada akhir September. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada perakitan pilar-pilar jembatan, terutama yang berada di tengah sungai.

“Kondisi pasang surut air memang menjadi kendala utama. Biasanya air pasang dari pagi hingga sore, sehingga pekerjaan di tengah sungai hanya bisa dilakukan pada pagi atau sore hingga malam. Meski begitu, progres tetap sesuai target,” terang Linda.

Ia menambahkan, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 60 persen. Kontrak berakhir pada 20 Desember 2025, sehingga penyedia jasa diminta tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal. Namun, jika ada kendala yang tidak bisa dihindari, mekanisme perpanjangan waktu tetap terbuka dengan catatan pekerjaan tersisa harus benar-benar terukur.

“Jika misalnya hanya tersisa pekerjaan kecil seperti pemasangan railing, maka perpanjangan mungkin hanya beberapa hari atau satu bulan. Semua akan dihitung kembali oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan jadwal,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan DPRD dan pengawasan ketat dari Pemkab Kukar, masyarakat diharapkan segera bisa merasakan manfaat pembangunan Jembatan Besi Tenggarong ini. Selain memperlancar mobilitas, kawasan sekitar juga akan menjadi ruang publik baru yang bermanfaat bagi warga sekaligus mempercantik wajah Kota Tenggarong.

Sementara itu Ketua DPRD Ahmad Yani, mengatakan peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur strategis berjalan sesuai rencana.

“Tinjauan lapangan penting dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai progres. Dari hasil peninjauan, pekerjaan konstruksi jembatan berjalan baik, dan ditargetkan dapat rampung pada akhir Desember 2025,” katanya.

Selain itu ia mengatakan, bahwa peninjauan dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti proyek yang mangkrak atau tidak sesuai target. “DPRD bersama Pemerintah Kabupaten, termasuk Dinas PU, berkomitmen memastikan pembangunan tuntas tepat waktu, sesuai rencana, dan dengan kualitas yang terjamin,” ungkap Ahmad Yani.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga harus dipadukan dengan penataan kawasan pinggiran sungai. Menurutnya, kawasan tersebut bisa dijadikan ikon wisata baru bagi Kota Tenggarong jika ditata dengan baik.

“Kalau bisa, pinggiran sungai ditata secantik mungkin, bahkan menyaingi wisata luar negeri. Penataan kawasan ini tidak boleh bercampur dengan permukiman liar di bantaran sungai. Minimal dari kawasan Mangkurawang hingga Mangkuraja harus benar-benar tertata,” jelasnya.

Ahmad Yani juga mendorong agar Pemkab Kukar memikirkan skema proyek multiyears, sehingga pembangunan bisa dilakukan bertahap namun terjamin keberlanjutannya. Ia berharap ke depan kawasan sekitar jembatan dapat dilengkapi taman, ruang publik, hingga ikon wisata serupa Teras Samarinda, yang diberi nama Teras Tenggarong.

“Dengan begitu, kawasan ini tidak hanya menjadi akses transportasi, tetapi juga destinasi wisata dan kebanggaan daerah,” tegasnya.(adv/and)

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *