Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Pemkab Kukar Fokus Tangani Stunting dengan Basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

447
×

Pemkab Kukar Fokus Tangani Stunting dengan Basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Share this article
Plt. Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris,
Plt. Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris,
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat program penanganan stunting melalui integrasi data penerima manfaat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).

Plt. Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris, menyebut DTSN saat ini menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai program perlindungan sosial.

Menurutnya, program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) ditujukan bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Sementara itu, program lain seperti beasiswa dari Dinas Pendidikan bahkan menyasar anak-anak dari desil 1 hingga desil 5.

“Batas maksimal sasaran kita sampai desil 5, sedangkan desil 6 sampai desil 10 sudah dikategorikan mampu,” jelas Yuliandris Rabu (20/8/2025).

Ia menambahkan, meski pemerintah melakukan efisiensi anggaran, bantuan sosial yang bersifat langsung tetap berjalan. “Untuk bantuan tunai, bantuan permakanan, alat bantu disabilitas, serta program perlindungan sosial lainnya masih aman dan tidak terdampak signifikan,” tegasnya.

Terkait jumlah penerima bantuan tahun ini, Yuliandris menyebut data terus diperbarui sehingga angka pasti baru bisa dilihat langsung melalui sistem. “Jumlah penerima terus bergerak karena verifikasi dan validasi masih berlangsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa DTSN merupakan hasil penggabungan dari beberapa sumber data, yaitu DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), dan P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem). Ketiganya disatukan menjadi basis data tunggal yang kini dipakai secara nasional.

Dengan adanya DTSN, pemerintah daerah lebih mudah menentukan sasaran yang tepat, termasuk dalam program pencegahan dan penanganan stunting.

“Data tunggal ini membuat program lebih terarah, sehingga bantuan betul-betul diterima oleh keluarga yang membutuhkan, khususnya bagi anak-anak yang rentan stunting,” terang Yuliandris.

Ia menegaskan, penanganan stunting di Kukar bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan perlu sinergi lintas sektor. Dukungan program sosial dari Dinas Sosial menjadi bagian penting dalam menjaga pemenuhan gizi keluarga, terutama melalui bantuan permakanan bagi kelompok rentan.

“Harapannya, dengan pemanfaatan DTSN, program pengentasan stunting di Kukar bisa lebih efektif. Semua intervensi, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun perlindungan sosial, akan saling terintegrasi untuk mencapai target penurunan angka stunting,” pungkasnya. (adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *