KUKAR : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan terkait dengan pelaksanaan acara perpisahan sekolah agar tak dilakukan berlebihan dan membebani orang tua murid.
Menurut Thauhid, perpisahan memang boleh dilakukan, tetapi harus dengan catatan penting. “Pertama, jangan memberatkan. Kedua, jangan dijadikan sebagai kewajiban. Kalau memang bisa diatur seperti itu, maka perpisahan jangan diwajibkan,” ujarnya belum lama ini.
Ia mencontohkan, cukup dengan pembagian ijazah di sekolah tanpa perlu mengadakan acara mewah. Bila perpisahan tetap ingin dilakukan, ia mengimbau agar pelaksanaannya dilakukan secara sederhana dan tidak disertai pungutan biaya tinggi.
“Jangan sampai ada iuran Rp500.000, acara tari-menari, atau sewa tempat mahal. Buatlah acara yang ringan dan bermakna,” ujarnya.
Thauhid menyatakan keprihatinannya terhadap potensi kesenjangan sosial akibat biaya perpisahan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang tua mampu, sementara banyak sekolah negeri tidak memiliki alternatif lain dan sekolah swasta pun tergolong mahal.
“Kalau bisa, acara cukup dilaksanakan di sekolah saja. Jangan studi tur ke luar kota atau menyewa gedung mahal yang justru menambah beban,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa masalah ekonomi ini nyata dan harus jadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pendidikan.
Untuk sekolah yang ingin menampilkan pertunjukan seni atau kegiatan seremonial, Thauhid menyarankan agar tetap dalam skala yang sederhana.
“Silakan tampilkan kesenian, tapi jangan berlebihan. Sederhana saja, agar semua bisa ikut tanpa terkendala biaya,” katanya.
Disdikbud Kukar, telah menerbitkan edaran melalui komite sekolah untuk melarang acara perpisahan yang mewah. “Kalau saya tahu ada sekolah yang masih memungut biaya tinggi untuk perpisahan, langsung saya tegur. Kalau tidak mau patuh, akan saya ganti kepala sekolahnya,” tegasnya.
Thauhid bahkan menyarankan format sederhana untuk perpisahan. Bawa nasi kuning, makan bersama guru-guru, sudah cukup. Itu aman dan tidak memberatkan siapa pun.
“Kami berharap seluruh sekolah dapat memfokuskan perpisahan pada makna kebersamaan dan penghargaan terhadap proses pendidikan, bukan pada kemewahan dan beban finansial.” tutupnya (adv/dk).

















