KUKAR : Dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara terus mendorong pengembangan olahraga tradisional sebagai bagian penting dari identitas lokal. Tak sekadar hiburan, olahraga tradisional kini menjadi medium edukasi sekaligus bagian dari ajang resmi di berbagai event besar, seperti Festival Erau.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya konsisten mendukung kegiatan olahraga tradisional di berbagai tingkatan.
“Kami tidak hanya memberikan hadiah atau piala, tetapi juga pendampingan dan fasilitas. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam pembudayaan olahraga lokal,” ujar Ari Senin Senin (12/5/2025).
Menurutnya, sejumlah cabang olahraga tradisional seperti menyumpit, gasing, dan engrang bahkan sudah menjadi bagian dari kejuaraan nasional. Namun, untuk sampai ke tingkat tersebut, harus melalui proses seleksi yang ketat. Karena itu, Dispora juga aktif membina dan menjaring potensi dari tingkat desa dan sekolah.
Dukungan yang diberikan tidak terbatas di wilayah Kukar. Mahasiswa asal Kukar yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah seperti Malang dan Yogyakarta pun mendapat dukungan serupa untuk menyelenggarakan event olahraga tradisional. Hal ini dianggap penting sebagai bentuk promosi budaya dan jati diri daerah di kancah nasional.
“Beberapa tahun terakhir, mahasiswa Kukar di luar daerah juga mengadakan lomba-lomba tradisional. Kami bantu dengan hadiah dan fasilitas, agar semangat pelestarian budaya terus hidup,” kata Ari.
Dispora Kukar juga menyediakan perlengkapan seperti engrang, gasing, hingga perlengkapan menyumpit untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Fasilitas ini bisa diajukan oleh sekolah, kampus, atau komunitas melalui permohonan resmi ke Dispora.
“Jika ada proposal dan sudah mendapat persetujuan dari kepala dinas, kami akan bantu sesuai anggaran yang tersedia,” tambahnya.
Menurut Ari, permintaan paling banyak datang dari sekolah-sekolah yang ingin memperkenalkan budaya lokal kepada siswa lewat lomba antar-kelas atau event Hari Besar Nasional.
Dengan semangat pelestarian budaya yang semakin kuat, Dispora Kukar berharap olahraga tradisional bisa menjadi bagian dari kurikulum nonformal di sekolah, sekaligus menjadi jalur prestasi bagi anak-anak muda Kukar. Ke depan, olahraga tradisional tidak hanya dilihat sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga sebagai peluang masa depan.
“Langkah ini diyakini akan memperkuat jati diri generasi muda Kukar sekaligus menjadikan budaya lokal sebagai kebanggaan bersama yang terus hidup dari masa ke masa.” pungkasnya (Adv/dk).

















