Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Desa Kedang Murung Tingkatkan Pendapatan Asli Desa dari Sektor Wisata

1042
×

Desa Kedang Murung Tingkatkan Pendapatan Asli Desa dari Sektor Wisata

Share this article
junaidy
Example 468x60

KUKAR : Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun pada 2025 fokus melanjutkan pembangunan dan dorong Pendapatan Asli Desa (PAD) dari objek wisata hingga perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayahnya.

Kepala Desa Kedang Murung, Junaidy, menyampaikan bahwa prioritas utama di tahun 2025 adalah melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis pada periode sebelumnya. Salah satu yang terus menjadi fokus a pembangunan di berbagai sektor, yang alokasi anggarannya dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Desa Kedang Murung juga tengah mengembangkan sektor wisata berbasis kebun sawit yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kami mengelola kebun sawit bersama masyarakat dengan sistem bagi hasil. Pemilik lahan mendapat 25 persen dan desa melalui BUMDes memperoleh 75 persen. Alhamdulillah, tahun ini mulai ada penghasilan meski baru dari buah pasir. Insya Allah ke depan ini akan menjadi sumber PAD yang besar,” ujar Junaidy Sabtu (5/4/2025).

Desa Kedang Murung terdiri dari tiga dusun, yaitu Dusun Matahari (6 RT), Dusun Teratai (3 RT), dan Dusun Seroja (3 RT). Pemerintah desa berkomitmen untuk memastikan pembangunan merata ke seluruh wilayah.

“Kami pastikan setiap dusun mendapat porsi pembangunan. Kalau ADD tidak mencukupi, kami usulkan melalui APBD kabupaten atau provinsi,” kata Junaidy.

Tahun ini, dua paket aspirasi dari APBD berhasil dikucurkan, salah satunya di wilayah Seroja, bagian dari Dusun Teratai, yang hanya bisa diakses menggunakan perahu kecil selama 45–50 menit.

Rincian pembangunan jalan tahun ini yaitu 150 meter semenisasi di dekat jembatan menuju objek wisata, 80 meter di Seroja, dan 600 meter dari APBD (jika tidak terjadi rasionalisasi). Total total kurang 740 meter semenisasi

Namun, satu proyek besar yakni jalan penghubung dari Tanjung Serai ke rumah sakit senilai Rp15 miliar harus tertunda karena terkena pergeseran anggaran PSU. Meski begitu, proyek lanjutan lainnya dipastikan tetap berjalan.

Secara keseluruhan, jalan utama dan jembatan di desa telah disemen dan dinilai cukup merata. Namun masih ada kendala pada akses jalan dari Kota Bangun SP4 menuju Raja yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunan bisa terus berkelanjutan dan dinikmati merata oleh seluruh masyarakat,” tutup Junaidy. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *