KUKAR: Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencatatkan realisasi program hingga 79,41 persen sampai Oktober 2024. Capaian tersebut meliputi berbagai kegiatan yang mendukung pembangunan sektor perkebunan di Kukar.
Sekretaris Disbun Kukar, M. Taufik Rahmani, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut mencakup pelaksanaan kegiatan rutin seperti pembayaran gaji, pemeliharaan gedung kantor, serta program strategis pembangunan perkebunan.
“Seluruh kegiatan hingga Oktober telah terealisasi 79,41 persen secara fisik. Kami optimis target hingga akhir tahun dapat tercapai,” ujar Taufik, Kamis (21/11/24).
Disbun Kukar menjalankan enam program utama yang mendukung sektor perkebunan, diantaranya Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah yakni kegiatan rutin di sekretariat, termasuk pengelolaan operasional kantor dan administrasi.
Penanggulangan Bencana Pertanian yang fokus pada pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan kegiatan konservasi. Area konservasi di kawasan perkebunan dikelola untuk menjaga ekosistem, meskipun masuk dalam izin perusahaan. Pembentukan dan pembinaan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan bekerja sama dengan perusahaan sekitar.
Kemudian Program Perlindungan Usaha Pertanian yakni pembinaan dan pengawasan perusahaan perkebunan besar terkait kepatuhan dan kinerja progres pembangunan perkebunan.
Program Penyuluhan Pertanian yakni Mengadakan bimbingan teknis (bimtek) kelembagaan untuk meningkatkan kapasitas petani. Contoh kegiatan bimtek budidaya dan pascapanen kakao di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, yang kini dikenal sebagai “Desa Coklat” dengan rumah produksi coklat.
Selanjutnya ada Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian yaitu ada pengadaan bibit, pupuk, dan bantuan lainnya untuk pekebun miskin. Sasaran utama adalah pekebun dengan luas lahan di bawah 1 hektare atau pekebun yang meminjam lahan, berdasarkan data dari Dinas Sosial.
Dan ada Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian yang mencakup pembangunan embung, peningkatan jalan produksi, normalisasi, pembuatan pintu air, dan pembangunan rumah produksi kopi di Jonggon.
Terakhir program meningkatkan Kesejahteraan Petani, Program-program Disbun Kukar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani melalui pemberdayaan kelompok tani, pengembangan sarana, dan pelibatan masyarakat miskin dalam aktivitas perkebunan.
“Kami tidak hanya mendukung petani dari sisi produksi, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial-ekonomi mereka. Dengan berbagai program tersebut, Disbun Kukar berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan di Kutai Kartanegara.” pungkasnya (adv/dk)

















