Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Sektor Pertanian Menjanjikan, Camat Tenggarong Seberang Dorong Petani Milenial Untuk Bertani

730
×

Sektor Pertanian Menjanjikan, Camat Tenggarong Seberang Dorong Petani Milenial Untuk Bertani

Share this article
6c453fa9 b84f 4f92 9c36 b3e3caea3158
Example 468x60

KUKAR : Dengan ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, beberapa kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar), termasuk Tenggarong Seberang, menjadi sentra pendukung lumbung pangan. Kecamatan Tenggarong Seberang menyumbang sekitar 24 persen dari total produksi padi di Kukar, menjadikannya salah satu wilayah kunci dalam pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut.

Melihat potensi ini, Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, terus mendorong generasi muda, terutama kaum milenial, untuk terjun ke sektor pertanian.

“Pertanian dalam arti luas sudah kami dukung, mulai dari mitigasi lahan, penyediaan pupuk, penggunaan mekanisasi mesin, hingga manajemen air. Tidak hanya padi, kami juga fokus pada peternakan, hortikultura, dan perikanan. Dari 18 desa di wilayah ini, mayoritas berfokus pada pertanian, dengan dukungan berupa bibit, pupuk, penanaman, mekanisasi, dan BBM,” ujar Tego pada Rabu (13/11/24).

Tego mengakui bahwa regenerasi petani menjadi tantangan utama, terutama dengan tren pemuda yang lebih memilih bekerja di sektor industri atau perusahaan dibandingkan mengelola pertanian.

“Sampai saat ini, belum banyak pemuda yang merasa tergugah untuk terjun ke dunia pertanian. Ini menjadi PR besar, karena jika semua ingin bekerja di perusahaan, siapa yang akan melanjutkan pertanian yang selama ini dikelola oleh orang tua mereka” katanya.

Ia menilai salah satu alasan kurangnya minat pemuda terhadap pertanian adalah pandangan bahwa sektor ini tidak menjanjikan secara ekonomi. Namun, Tego menegaskan bahwa teknologi modern telah membuat pertanian lebih efisien, sehingga keuntungan yang dihasilkan juga semakin besar.

“Pertanian sekarang sudah menggunakan teknologi canggih. Kita perlu menciptakan petani milenial sukses yang bisa menjadi panutan,” tambahnya.

Sebagai langkah untuk menarik minat generasi muda, pihak kecamatan berupaya menciptakan figur petani milenial sukses yang dapat menjadi inspirasi. Di beberapa desa, seperti Bangun Rejo, telah terbentuk kelompok tani yang menggunakan pendekatan modern dan berkolaborasi intensif dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.

Selain itu, Tego berencana mengadakan pelatihan khusus bagi pemuda untuk meningkatkan pemahaman tentang pertanian modern. Ia berharap pelatihan ini dapat mengubah pola pikir pemuda terhadap sektor pertanian sebagai karier yang menjanjikan.

“Ini sebenarnya masalah pola pikir dan manajemen. Jika mereka bisa mengelola pertanian dengan pendekatan modern, hasilnya pasti lebih memuaskan,” jelasnya.

Tego optimistis bahwa sektor pertanian di Tenggarong Seberang memiliki masa depan cerah dengan dukungan teknologi, manajemen yang baik, dan keterlibatan generasi muda. Ia percaya, dengan pendekatan yang tepat, pertanian tidak hanya akan menjadi sektor yang menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi besar dalam mendukung kebutuhan pangan IKN.

“Kami berharap pemuda di Tenggarong Seberang dapat melihat peluang besar ini dan tertarik untuk menjadikan pertanian sebagai pilihan karier. Ini adalah langkah penting untuk masa depan daerah dan keberlanjutan lumbung pangan,” tutupnya. (adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *