Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Peningkatan dan Pelebaran Jalan Jadi Prioritas di Kecamatan Muara Muntai

250
×

Peningkatan dan Pelebaran Jalan Jadi Prioritas di Kecamatan Muara Muntai

Share this article
725a0578 33f1 4e68 88f9 7142aef18a41
Example 468x60

KUKAR: Pembangunan jalan di Kecamatan Muara Muntai terus menjadi prioritas di tahun 2024. Sebagai wilayah yang sebagian besar terdiri dari perairan, infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, menyampaikan bahwa meski anggaran terbatas, perbaikan jalan tetap menjadi fokus utama. “Pada tahun ini, anggaran infrastruktur di Muara Muntai hanya mengalami sedikit penambahan, sekitar Rp1-2 miliar, sebagian besar merupakan aspirasi dari anggota dewan,” jelas Mulyadi, Minggu (9/11/2024).

Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan poros di Kecamatan Muara Muntai hampir selesai. Saat ini, pembangunan jalan sudah beralih dari penggunaan jembatan ulin ke semenisasi.

“Saat ini sekitar 30-40 persen jalan poros masih perlu disemenisasi. Selain itu, masih ada banyak jalan lapis kedua yang membutuhkan perbaikan,” tambahnya.

Mulyadi menjelaskan bahwa beberapa desa di Muara Muntai memiliki struktur yang terpisah-pisah. Desa-desa seperti Leka dan Priyan berada di jalan poros Trans Kalimantan, yang menghubungkan Kutai Kartanegara dan Kutai Barat.

Pembangunan jembatan juga menjadi perhatian utama. Mulyadi menyebutkan bahwa banyak jembatan di Muara Muntai kini sudah ditinggikan hingga setengah meter dan diperlebar hingga 6 meter, berkat bantuan dari Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas PU dan Perkim.

“Saya berharap di tahun 2025 jalan poros bisa selesai sepenuhnya, terutama di desa-desa seperti Kayu Batu dan Muara Muntai Ilir, yang saat ini masih memerlukan semenisasi dan peninggian,” jelasnya.

Mulyadi juga menyebutkan bahwa pembangunan jalan di desa-desa terpisah seperti Rebak Rinding dan Muara Muntai Ulu sudah mencapai sekitar 80 persen untuk jalan poros depan, meskipun jalan belakang masih memerlukan perbaikan lebih lanjut.

“Muara Muntai memiliki tantangan unik karena letaknya yang terpisah-pisah oleh sungai dan danau, sehingga membutuhkan perencanaan yang lebih kompleks untuk menghubungkan antar desa,” tutup Mulyadi. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *