KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana mengembangkan kawasan pertanian di wilayah hulu pada tahun 2025 untuk mendukung swasembada pangan. Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa pemetaan kawasan baru telah dilakukan untuk persiapan pengembangan tersebut, Minggu (10/11/2024).
Menurut Sunggono, lima kawasan baru telah diidentifikasi sebagai lokasi pengembangan, yaitu di Muara Kaman, Sebulu, Tenggara Seberang 1, Tenggara Seberang 2, dan Loa Kulu. Selain itu, ke depan kawasan lain seperti Tenggarong, Kembang Janggut, Tabang, Kenohan, Muara Wis, dan Kota Bangun juga diproyeksikan menjadi bagian dari wilayah pertanian baru.
Pemerintah Kukar berfokus pada pembangunan infrastruktur penunjang pertanian, termasuk irigasi, jalan usaha tani, dan normalisasi saluran. Langkah ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, dimana para petani di Kukar kini dapat melakukan panen hingga dua atau tiga kali dalam setahun.
“Hasil produksi petani juga meningkat dari sebelumnya sekitar 3,5 ton per hektar, sekarang bisa mencapai 5 hingga 7 ton, tergantung dari jenis tanamannya,” ujar Sunggono.
Selain itu, Pemkab Kukar juga memperkuat cadangan beras di Bulog sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan. Program tambahan lain yang didukung adalah penanaman komoditas oleh ASN, terutama tanaman yang menjadi pemicu inflasi, seperti cabai merah, cabai keriting, dan cabai rawit.
“Ini merupakan upaya mencegah kenaikan harga komoditas pangan, terutama yang memiliki potensi besar memicu inflasi,” tambahnya.
“Kami berharap pengembangan kawasan pertanian ini berjalan dengan baik, agar seluruh masyarakat di wilayah hulu bisa merasakan dampak dengan adanya pertanian yang maju dan berkembang” tutupnya. (Adv/dk)

















