Tenggarong – Pemerintah Kelurahan Mangkurawang menetapkan pengembangan sektor pertanian dan perikanan sebagai prioritas utama untuk tahun 2025. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mengingat luasnya wilayah Mangkurawang yang cocok untuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Lurah Mangkurawang, Ardiansyah, menyampaikan rencana ini saat acara Kundapil Ketua DPRD Kukar di Dusun Sukodadi, Kelurahan Mangkurawang, pada Kamis (6/11/24).
Ia menjelaskan bahwa sebelum rencana pemekaran menjadi Desa Mangkurawang Darat, fokus pengembangan wilayah ini adalah pada pertanian, perkebunan, dan budidaya madu kelulut. Madu kelulut yang menjadi ikon Mangkurawang Darat telah dikelola koperasi dan diproduksi dalam bentuk madu kemasan siap jual.
Selain itu, Mangkurawang Dalam juga akan mengembangkan budidaya ikan keramba. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk membantu pengadaan ces, gubang, serta keramba sungai dan terpal untuk budidaya ikan,” ujar Ardiansyah.
Pihak Kelurahan juga bekerja sama dengan Dinas PU yang telah melakukan normalisasi sungai sejak tahun 2023. Warga Mangkurawang Dalam berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai untuk mencegah banjir, dengan kegiatan pembersihan rutin setiap minggu.
Ardiansyah berharap, melalui pemekaran dan alokasi dana desa sebesar Rp 2 miliar, Mangkurawang Darat dapat berkembang secara mandiri dan merata.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dana untuk pengembangan infrastruktur, terutama peningkatan akses jalan. Dengan pemekaran, kami harap pembangunan wilayah Mangkurawang bisa lebih maju dan merata,” tutupnya. (Adv/dk)

















