Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIAL

Sukses Promosikan Raya Budaya Nuju Erau di Tiga Kota, Disdikbud Kukar : Sebagai Upaya Mengenalkan Adat Kutai

508
×

Sukses Promosikan Raya Budaya Nuju Erau di Tiga Kota, Disdikbud Kukar : Sebagai Upaya Mengenalkan Adat Kutai

Share this article
Nuju Raya
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil melaksanakan promosi Erau Adat Kutai melalui acara “Raya Budaya Nuju Erau” yang digelar di empat kota di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan, Sangatta, Bontang, dan Samarinda. Kegiatan ini dimulai pada 31 Agustus dan berakhir pada 14 September 2024, dengan tujuan mengenalkan budaya dan tradisi Kutai ke masyarakat luas.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyatakan bahwa kegiatan promosi di tiga kota Balikpapan, Sangatta, dan Bontang telah berjalan sukses dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Puncak acara akan diadakan di Samarinda.

“Dengan adanya acara ‘Nuju Erau’, banyak masyarakat yang lebih mengenal tradisi Erau Adat Kutai. Meskipun sebagian besar masyarakat Kalimantan Timur sudah tahu tentang Erau, ada juga yang baru mengetahui bahwa acara ini sebenarnya terbuka untuk umum. Kami mengundang seluruh masyarakat, baik dari Kalimantan Timur maupun luar, untuk datang ke Kukar,” ujar Puji, Senin (9/9/24).

Selama promosi, banyak masyarakat yang menanyakan tentang prosesi “belimbur”, salah satu ritual utama dalam Erau. Disdikbud memberikan edukasi bahwa “belimbur” adalah prosesi pembersihan diri, dan masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan air kotor atau air dalam plastik yang bisa membahayakan. Disdikbud juga telah menyediakan tong-tong air khusus untuk digunakan dalam prosesi ini.

Acara “Nuju Erau” diisi dengan berbagai penampilan budaya, termasuk musik tingkilan khas Kutai, tarian belian, dan tari-tarian dari Kesultanan. Namun, tidak semua elemen budaya ditampilkan secara penuh; beberapa diambil hanya sebagian, seperti tarian belian yang biasanya melibatkan 20 orang, dalam promosi ini hanya ditampilkan oleh 3-4 orang.

“Harapan kami, melalui ‘Nuju Erau’, masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami Erau sebagai tradisi budaya yang murni dan positif. Kami juga ingin mengedukasi publik bahwa Erau adalah acara yang layak diapresiasi oleh seluruh penggiat budaya. Erau bukan hanya milik Kukar, tetapi juga sudah menjadi bagian dari kalender budaya nasional,” tambah Puji.

Acara ini bertujuan untuk menghilangkan pandangan negatif yang mungkin ada tentang Erau dan menekankan sisi positifnya sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. (adv)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *