KUKAR : Pelaksanaan Erau Adat Kutai akan dimulai pada tanggal 22 September 2024, dengan mengusung tema “Memajukan Kebudayaan, Mengagungkan Peradaban Nusantara.” Acara ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, dan akan berlangsung hingga 29 September 2024.
Erau Adat Kutai adalah salah satu festival budaya tertua di Nusantara, yang telah berlangsung sejak awal berdirinya Kesultanan Kutai. Pertama kali diadakan pada upacara Tijak Tanah dan Mandi ke Tepian saat Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun, Erau kemudian menjadi tradisi budaya yang penting dalam pergantian dan pengangkatan raja baru di Keraton Kutai Kartanegara sejak tahun 1300.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa logo Erau tahun ini tetap menggunakan ikon Ketopong, Mahkota yang biasa dikenakan oleh Sultan Kutai Kartanegara. Meskipun demikian, setiap tahunnya logo ini dikreasikan berbeda untuk memberikan sentuhan unik pada setiap pelaksanaan Erau.
“Untuk logo kita tetap menggunakan Ketopong, yaitu Mahkota Sultan Kutai Kartanegara, seperti yang lalu-lalu, namun dengan kreasi berbeda setiap tahunnya,” ujar Puji, Senin (9/9/24).
Puji juga menyampaikan bahwa segala persiapan telah dilakukan agar pelaksanaan Erau tahun ini berjalan lancar, mulai dari rapat persiapan hingga seremoni pembukaan yang akan digelar di Stadion Rondong Demang Tenggarong. Pembukaan Erau akan dimeriahkan dengan penampilan tari massal oleh 800 penari.
“Selama delapan hari pelaksanaan, berbagai kegiatan budaya akan digelar, termasuk acara puncak pada hari terakhir yang ditandai dengan berlimbur, diikuti oleh pemberian gelar oleh Sultan pada malam harinya. Upacara penutupan akan ditandai dengan merebahkan Tiang Ayu, sebagai tanda berakhirnya Erau 2024.” tutupnya (adv/dk1)

















