KUKAR: Pelaksanaan event Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024 yang mengusung tema “Memajukan Kebudayaan, Mengagungkan Peradaban Nusantara” diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat untuk menyaksikan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya tradisi tahunan yaitu Erau Adat Kutai, yang berlangsung pada September 2024.
Kegiatan yang digelar di Balikpapan ini menjadi salah satu upaya pemerintah Kabupaten Kukar untuk mempromosikan budaya Kukar, terutama di Tenggarong.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, saat membuka acara Nuju Erau pada Sabtu (31/8/24) di Pantai BSB E-Walk Kota Balikpapan.
Acara ini diramaikan oleh berbagai penampilan, termasuk atraksi olahraga tradisional Kutai, puisi berbahasa Kutai, pemutaran film dokumentasi Erau, tarian Belian Namang, Suku Kutai Adat Lawas Kedang Ipil, tarian Cahaya Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, orkes Congkil (Keroncong Tingkilan), serta penampilan spesial dari Icha Jikustik dan Akbar Haka (Band Kapital).
Akhmad Taufik Hidayat menjelaskan bahwa budaya bukan hanya sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas bangsa yang harus dilestarikan. Event ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah Kukar terus berupaya melestarikan budaya dan adat istiadat di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur, baik yang berada di Kota Balikpapan maupun di luar Kota Balikpapan, untuk menyaksikan pesta Adat Erau Pelas Benua Tahun 2024 yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-30 September 2024 di Kota Tenggarong, Kabupaten Kukar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pesta Adat Erau Pelas Benua Tahun 2024 akan bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Tenggarong yang ke-242, yang jatuh pada tanggal 28 September 2024.
“Untuk menyambut pelaksanaan pesta Adat Erau Pelas Benua tahun 2024, kami menyelenggarakan acara Nuju Erau Adat Kutai 2024 di Kota Balikpapan. Langkah ini adalah sebagai ajang promosi, menampilkan berbagai macam kesenian yang ada di Kukar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang promosi bagi Kesultanan Kutai Kartanegara dan menjadi sarana pengenalan budaya serta produk-produk Kukar, termasuk produk pertanian dan UMKM.
“Balikpapan dipilih sebagai lokasi promosi karena merupakan salah satu pintu utama Kalimantan Timur. Kota ini sangat strategis dan diharapkan bisa menjadi ajang promosi yang tepat sasaran bagi Kutai Kartanegara,” tutupnya. (adv)

















