KUKAR: Menyandang predikat Adiwiyata, SMP Negeri 6 Loa Kulu terus berupaya menjadikan sekolah yang bersih dan sehat bagi siswa-siswinya. Upaya ini tak lepas dari kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan sekitar sekolah tersebut, karena untuk menjadi sekolah Adiwiyata harus memenuhi beberapa persyaratan yang memerlukan dukungan dari dunia usaha.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Loa Kulu, Gesrabongga, mengaku bersyukur bahwa selama kurang lebih dua tahun, SMPN 6 Loa Kulu telah mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata dari provinsi. Prestasi ini berkat kolaborasi antara rekan guru, siswa-siswi, dan kemitraan dengan berbagai pihak.
“Mitra kami yang paling berperan salah satunya adalah perusahaan Kota Energi yang ada di Loa Janan. Mereka memberikan dukungan melalui CSR, pelatihan-pelatihan, serta inovasi seperti prebiotik dan asam amino. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari DLH dengan pemberian tanaman-tanaman, serta dari PT BBE di RT 5 Jongkang yang memberikan bantuan berupa tandon dan tanah. Bantuan yang kami terima dalam bentuk barang ini sangat terarah,” kata Gesrabongga belum lama ini.
Ia menyebut bahwa SMPN 6 Loa Kulu belum lama ini menerima piagam dan penilaian terbaik sebagai sekolah Adiwiyata provinsi di Balikpapan. Program-program khusus untuk siswa di sekolah ini mencakup tiga program utama: teknologi, adiwyata, dan pembentukan karakter.
Program teknologi memfasilitasi siswa menemukan minat dan bakat mereka melalui kegiatan ekstrakurikuler, termasuk teknologi informatika, menuju Google Reference School (GRS). Program adiwyata, dikenal sebagai Prodika, menanamkan kebiasaan menanam, membersihkan, serta kepedulian terhadap lingkungan, termasuk efisiensi penggunaan air dan energi.
“Kami menanamkan pemahaman bahwa apa yang kita lakukan terhadap lingkungan akan kembali kepada kita. Pembiasaan 5S, kepramukaan, serta pelaksanaan profil pelajar Pancasila dengan elemen-elemen 5M menjadi bagian dari pembentukan karakter,” ungkap Gesrabongga.
Selanjutnya, pembiasaan literasi dan gema menjadi bagian integral dari upaya ini. Murid-murid dibiasakan melakukan hal-hal yang positif, dan karakter anak yang tadinya ekstrim kini terkontrol.
“Kami berharap dengan predikat sebagai sekolah Adiwiyata, SMPN 6 Loa Kulu bisa menjadi contoh dan memotivasi sekolah lain agar bisa bersama-sama menjadi sekolah yang bersih dan ramah lingkungan,” tutupnya. (adv/dk1)

















