Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIAL

Gandeng Disdikbud Kukar, Tanoto Foundation Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Guru Jenjang PAUD

390
×

Gandeng Disdikbud Kukar, Tanoto Foundation Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Guru Jenjang PAUD

Share this article
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Example 468x60

KUKAR: Tanoto Foundation Regional Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi guru jenjang PAUD di Kukar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 11-12 Juli 2024, di Aula Disdikbud Kukar.

Dalam workshop ini, dibahas mengenai Penggunaan Perangkat Ajar dan Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 9 PAUD yang ada di Kukar.

Perwakilan dari Tanoto Foundation Regional Kaltim, Rosalina Ping, mengatakan bahwa workshop ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Kukar. Sebelumnya, pada tahun 2020, Tanoto Foundation telah bekerja sama di level SD dan SMP, namun tahun ini fokusnya adalah pada Bidang PAUD bersama Disdikbud Kukar.

“Kami berharap peserta tetap bersemangat sampai akhir kegiatan dan ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat,” ujar Rosalina Kamis (11/7/24).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kukar, Pujianto, menyambut baik workshop ini. Dalam pelatihan tersebut, para guru diberikan pelatihan tentang bagaimana membuat Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengandung muatan lokal dan berpusat pada anak.

“Ada beberapa sekolah penggerak yang sudah melaksanakan kurikulum merdeka. Hari ini adalah penguatan untuk para bunda PAUD dan TK, supaya semua guru bisa mempersiapkan apa yang perlu disampaikan kepada murid saat ajaran baru nanti,” ungkapnya.

Pujianto menambahkan bahwa kurikulum merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Dengan kurikulum merdeka, anak didik dapat mengembangkan bakatnya masing-masing, merasa nyaman, dan tidak monoton. Anak-anak juga tidak lagi wajib membaca, menulis, dan berhitung, tetapi semua dilakukan dengan cara bermain.

“Harapan kami dengan adanya kurikulum merdeka ini, murid bisa menerima apa yang disampaikan dengan lebih efektif. Menghitung dan membaca bisa dilakukan dengan cara bernyanyi, sehingga anak-anak bersemangat dan berani,” pungkasnya. (adv/dk1))

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *