Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Lima Balita Stunting Dapat Perawatan di RSUD AM Parikesit, Bupati Kukar : Langkah Cepat Tangani Stunting

469
×

Lima Balita Stunting Dapat Perawatan di RSUD AM Parikesit, Bupati Kukar : Langkah Cepat Tangani Stunting

Share this article
Edi Damansyah
Example 468x60

KUKAR: Sebanyak lima balita yang mengalami stunting dari Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Tenggarong, pada Rabu (3/7/24). Langkah cepat ini dilakukan guna menangani stunting di Kukar.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengatakan bahwa perawatan ini dilakukan untuk memastikan penanganan stunting pada balita yang terdeteksi di Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis.

“Kemarin Camat bersama pimpinan puskesmas Muara Wis sudah meminta untuk membawa keluarga itu ke Tenggarong. Hari ini sudah di Tenggarong, dan sudah ditangani oleh dokter spesialis. Ini adalah langkah cepat kami terkait penanganan stunting,” kata Edi Damansyah saat mengunjungi balita yang terkena stunting, pada Rabu (3/7/24).

Edi mengungkapkan, perkembangan stunting di tahun 2023 mencapai 27 persen dan tahun ini menurun menjadi 17 persen. Dari kegiatan pengukuran dan penimbangan serentak, ditemukan data sekitar 15 persen anak yang rentan stunting atau kurang gizi.

“Data itu nanti akan kami tindak lanjuti secara fokus seperti yang kita lakukan di Rumah Sakit AM Parikesit. Khusus Kecamatan Muara Wis ini kita rencanakan untuk membuat pilot projek penanganan langkah cepat. Optimalisasi peran posyandu sudah berjalan, tapi jadwal di posyandu hanya sekali sebulan,” ungkapnya.

Edi menekankan pentingnya penanganan stunting dengan intervensi khusus dan edukasi kepada orang tua, termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) yang harus sampai kepada keluarga dan dipastikan anaknya mengonsumsi makanan tersebut.

“Langkah-langkah kerja konkretnya harus dijalankan dengan baik. Jangan sampai ada oknum-oknum jajaran kami yang abai dan lalai. Saya sudah tekankan, jangan sampai hal seperti ini tidak diperhatikan,” tegasnya.

Edi juga berterima kasih kepada seluruh jajaran Tim Penanganan Stunting Kabupaten Kukar yang sudah bekerja dengan baik. Dia berharap penanganan stunting dapat terus konsisten dengan rencana dan data yang ada.

“Harapan saya pada 2025, kita bisa mencapai zero stunting, meskipun sulit, tapi bisa dilakukan dengan peran warga masyarakat dan orang tua,” tambahnya.

Sementara Direktur Utama RSUD AM Parikesit Tenggarong Martina Yulianti mengungkapkan untuk penanganan stunting, Pak Bupati sendiri sudah turun tangan langsung, sudah terjun langsung dan beliau sudah sangat memahami seperti apa alur dan kondisi pada penanganan stunting ini.

“Dan kami optimis dengan komitmen beliau maka prevalensi stunting di Kukar dapat segera diturunkan lebih banyak lagi dan bahkan sesuai dengan keinginan beliau itu dapat zero.” tutupnya (dk1)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *