KUKAR: Desa Manunggal Jaya di Kecamatan Tenggarong Seberang terus mengembangkan potensi pariwisata, salah satunya adalah wisata Kebun Belimbing yang dikelola oleh warga setempat, Sugiman. Kebun Belimbing ini telah menjadi salah satu destinasi unggulan desa.
Pemerintah desa mendorong pengembangan potensi pariwisata ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Desa Manunggal Jaya, Sukemi, menjelaskan bahwa wisata Kebun Belimbing terletak di Jalan Keham L2 Blok D RT 015 Dusun Telaga Kencana. Di sini, pengunjung dapat menikmati agrowisata dengan memetik buah belimbing langsung dari pohonnya dan menikmati produk olahan belimbing yang segar.
Selain hasil perkebunan, Kebun Belimbing juga menawarkan berbagai fasilitas tambahan seperti kolam renang anak, mini kebun binatang, dan taman bermain mini.
“Pengunjung dapat memetik buah belimbing sesuka hati dan membayarnya sesuai jumlah yang diinginkan. Tempat ini cocok bagi keluarga untuk bersantai dan berfoto,” kata Sukemi belum lama ini.
Biaya masuk ke Kebun Belimbing sangat terjangkau, hanya Rp 3.000 per orang, dengan biaya tambahan sebesar Rp 10.000 per orang untuk menikmati fasilitas kolam renang.
“Harapannya dengan adanya wisata Kebun Belimbing dapat menarik lebih banyak wisatawan, yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dan mempromosikan potensi wisata desa secara lebih luas,” ujar Sukemi.
Pemdes terus mendukung pengembangan wisata ini agar semakin dikenal, termasuk dengan bantuan dari Dinas Pariwisata berupa pelatihan dan sarana prasarana penunjang. “Kami berharap wisata ini bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar dan mengenalkan potensi Desa Manunggal Jaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kukar, Ridha Fatrianta, menyambut baik pengembangan pariwisata di Desa Manunggal Jaya. Menurutnya, potensi wisata di sana sangat menjanjikan. Dispar Kukar selalu mendukung semua kegiatan pengembangan pariwisata desa untuk meningkatkan PADes dan perekonomian masyarakat.
“Kami berharap bukan hanya Desa Loh Sumber saja, tapi desa-desa di Kukar agar bisa memanfaatkan potensi yang ada menjadi tempat wisata,” tutupnya (adv/dk1)

















