KUKAR: Pemerintah Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, tengah mengembangkan tiga potensi pariwisata, yakni Danau Puncak Biru, Batu Fosil Terpanjang di Dunia, dan wisata Agroteknologi. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, menyatakan bahwa saat ini proses pembenahan Danau Wisata Puncak Biru sedang dilakukan. Selain itu, terdapat potensi wisata Batu Fosil Terpanjang di Dunia dan Agroteknologi PT. APK yang berada di kawasan Desa Purwajaya.
Pengembangan wisata tersebut dilakukan dengan berkolaborasi dengan kelompok-kelompok tani, perikanan, dan peternakan di Desa Purwajaya. “Wisata ini sementara dikelola oleh pemerintah desa dan nantinya akan diserahkan kepada kelompok sadar wisata di Desa Purwajaya setelah kelompok tersebut terbentuk,” kata Adi Sucipto, Senin (10/6/24).
Menurut Adi, ketiga potensi wisata ini sangat potensial untuk dikembangkan di Desa Purwajaya. Pengembangan dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat segera dibuka untuk umum. “Harapan kami, wisata ini menjadi unggulan di Desa Purwajaya dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat serta meningkatkan PADes,” ungkapnya.
Sementara Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, menambahkan bahwa Dispar Kukar terus mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk menggali potensi pariwisata di daerah mereka.
“Kami dari Dispar Kukar memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Desa Purwajaya, dalam mengembangkan tempat wisata. Diharapkan, wisata ini akan semakin berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan,” tutupnya (adv/dk1)

















