Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Tekan Risiko Keracunan, Dinkes Kukar Tingkatkan Pengetahuan Pengelola Pangan

250
×

Tekan Risiko Keracunan, Dinkes Kukar Tingkatkan Pengetahuan Pengelola Pangan

Share this article
Pelatihan pungutan kualitas sumber daya manusia Kesehatan. (Van/dutakaltimnews.com)
Pelatihan pungutan kualitas sumber daya manusia Kesehatan. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Kesehatan di bidang pengolahan makanan melalui pelatihan keamanan pangan bagi penjamah pangan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana Kukar, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang bekerja di berbagai unit pengelolaan makanan. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan makanan yang disajikan kepada orang banyak.

Peserta berasal dari sejumlah unit pelayanan, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kantin sekolah, kantin puskesmas, hingga rumah sakit.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah melalui Ketua Tim Kerja SDM Kesehatan Dinkes Kukar, Mukmin Nasri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan SDM kesehatan.

Pelatihan keamanan pangan bagi penjamah pangan ini menjadi kegiatan ke-9 dari total 10 kegiatan yang dilaksanakan Dinkes Kukar.

Menurutnya, penjamah pangan memiliki peran penting dalam memastikan makanan yang diolah dan disajikan kepada masyarakat tetap higienis serta aman dikonsumsi.

Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan yang memadai mengenai tata cara pengelolaan makanan yang benar.

“Peserta berasal dari masyarakat yang bekerja di unit-unit pengelolaan makanan, seperti SPPG, kantin sekolah, kantin puskesmas, rumah sakit, dan beberapa tempat lainnya yang memiliki petugas pengelola makanan,” ujarnya.

Mukmin menjelaskan, pelatihan kali ini dibatasi untuk 30 peserta dengan wilayah sasaran di sekitar Tenggarong, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang.

Pembatasan tersebut dilakukan karena keterbatasan anggaran, sehingga kegiatan hanya dapat dilaksanakan satu kali pada tahun ini.

Pelatihan berlangsung selama dua hari. Dalam kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan makanan yang sehat, penerapan kebersihan, serta langkah-langkah untuk meminimalkan risiko kontaminasi pangan.

Ia menilai, pemahaman tentang keamanan pangan sangat penting dimiliki para pengelola makanan. Sebab, proses pengolahan yang kurang higienis berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, termasuk keracunan pangan yang dapat berdampak pada banyak orang.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat yang bertugas mengolah makanan di tempat masing-masing. Walaupun mereka bukan tenaga kesehatan, pengetahuan mengenai keamanan pangan tetap harus dimiliki karena pekerjaan mereka berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap materi yang diberikan selama pelatihan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan demikian, para peserta dapat memperbaiki cara penanganan bahan makanan, menjaga kebersihan selama proses pengolahan, serta memastikan makanan yang disajikan memenuhi prinsip keamanan pangan.

Mukmin menegaskan, kegiatan tersebut menggunakan anggaran Dinkes Kukar yang dialokasikan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Oleh sebab itu, manfaat pelatihan diharapkan dapat dirasakan secara langsung melalui peningkatan kualitas pengelolaan makanan di masing-masing tempat kerja peserta.

“Kami berharap pelatihan ini memberikan dampak yang besar bagi mereka yang mengelola pangan untuk masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan agar makanan yang disajikan lebih terjamin kebersihan dan keamanannya,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *